Beritainternusa.com,Jakarta – Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar) Asep Syaripudin, menyampaikan dalam orasinya perihal tujuan Reuni Aksi 411 adalah untuk meminta penegakan hukum, aksi ini dilaksanakan hari ini di Bundaran Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.
Pada hari ini, senin tanggal empat November 2024, kita dari berbagai daerah, ormas, komunitas dan latar belakang, berkumpul hakikatnya di Istana (Negara) dengan tujuan tegakkan hukum (adili Jokowi dan tangkap pemilik akun fufufafa),” tutur Asep Syaripudin dalam orasinya di atas mobil komando Aksi 411, di Bundaran Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024).
Dia mengatakan, pada hari Jumat delapan tahun yang lalu, tanggal empat November 2016, jutaan umat islam, rakyat Indonesia berkumpul di Bundaran Patung Kuda untuk melaksanakan Aksi 411 yang pertama, pada saat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi sebagai Presiden (sebelumnya) sering mengatakan, jika ada rakyat dan warga Indonesia yang akan menyampaikan pendapat dan aspirasi, silahkan datang ke Istana (Negara), terbuka (untuk rakyat),” ucap Ketua API Jabar itu.
Asep mengungkapkan, namun sangat disayangkan, ketika jutaan rakyat datang untuk menyampaikan aspirasinya ke Istana Negara, justru respons Presiden Jokowi malah mengacuhkannya, dengan berbagai sebab dan alasan.
Bahkan yang datang ada para habaib, ulama, kiyai, ustadz, cendikiawan muslim, purnawirawan, guru dan mahasiswa. Apa yang mereka sambut, oleh Jokowi dan pasukannya, bukan hanya pintu (Istana Negara) tidak dibuka, mereka (aparat kepolisian) menembak gas air mata,” ungkap Asep.
Dia menambahkan, Habib Rizieq Syihab sebagai imam besar umat islam saat itu, tetap berdiri kokoh bersama para ulama untuk menegakkan keadilan. Maka ingatlah peristiwa Aksi 411 yang pertama tersebut, dan bagi yang hadir di Bundaran Patung Kuda sekarang, mari bersiap diri melanjutkan perjuangan.
Saudara, Jokowi berkuasa selama 10 tahun, apakah Indonesia baik-baik saja, apakah kekayaan Indonesia aman, apakah korupsi merajalela, apakah keadilan ditegakkan, apakah pelanggaran hak asasi ada. Perlu dicatat ya, diantara sekian bentuk pelanggaran Jokowi, yang paling besar adalah, pada tanggal tujuh Desember 2020, ada pembantaian terhadap 6 pemuda Indonesia (di KM. 50 rest area Karawang),” jelasnya.
Selain itu, kata dia, ada satu hal lagi yang belum ditegakkan keadilannya, perihal kasus akun fufufafa, diduga milik Girban Rakabuming, yang banyak mengunduh perkataan kasar kepada Prabowo dan juga mengunduh gambar-gambar pornografi.
Sampai hari ini tidak ada yang tahu siapa (pemilik akun) fufufafa, tapi semuanya tahu fufufafa ada di jaman Jokowi, kalau Jokowi serius dan rezim tidak terlibat, sangat mudah untuk mengungkap fufufafa. Oleh karena itu, kepada Presiden Prabowo, segera ungkap dan tuntaskan kasus fufufafa, Allahu Akbar,” kata dia.
[Admin/itbin]

