Seorang Siswa SD Di Gunungkidul Meninggal Dunia Setelah Tenggelam Saat Outbound Pramuka

0
17
Kronologi Siswa SD di Gunungkidul Tenggelam saat Outbound Pramuka Sekolah, Begini Kata Polisi
Suasan rumah duka anak SD yang meninggal dunia setelah tenggelam saat acara outbound Pramuka

Beritainternusa.com,Gunungkidul  – GS (8) seorang siswa kelas 2 SDN Kamal, Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul meninggal dunia setelah tenggelam saat mengikuti Outbond Pramuka dari sekolahnya pada Rabu, (15/10/2025).

Kapolsek Wonosari, Kompol Edy Purnomo, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika korban bersama sekitar 80 siswa dari enam kelas mengikuti kegiatan observasi alam yang menjadi bagian dari agenda Pramuka sekolah.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dan dipimpin dua pembina Pramuka. Para siswa berjalan kaki sejauh kurang lebih 2,5 kilometer menuju area Sungai Kamal untuk mengamati lingkungan, hewan dan tumbuhan.

Lalu sekitar pukul 14.15 WIB, rombongan tiba di lokasi dan kegiatan pengamatan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Saat itu sejumlah siswa tampak bermain di tepian sungai, bahkan sebagian masuk ke area sungai yang dangkal untuk melihat kepiting air.

Pembina kemudian menginstruksikan seluruh siswa kembali ke sekolah, dan rombongan mulai bergerak meninggalkan lokasi.

Setiba di sekolah sekitar pukul 16.00 WIB, pembina menemukan tas dan sepatu milik korban masih tertinggal. Karena sebagian siswa sudah dijemput orangtua di jalan, pembina belum mencurigai adanya anak yang belum kembali dan meminta salah satu teman korban membawa barang tersebut ke rumahnya,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Kamis (16/10/2025).

Ia melanjutkan, menjelang waktu Magrib, orangtua korban mulai mencari keberadaan anaknya karena tak kunjung pulang.

Pencarian melibatkan warga sekitar dan teman-teman korban yang menyebut bahwa GS terakhir terlihat berada di sekitar Sungai Kamal.

Warga kemudian menyisir area sungai, hingga salah satu saksi nekat menyelam ke sungai dan menemukan korban dalam kondisi kaku di dasar air sedalam sekitar dua meter, sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wonosari. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua jam sebelum tiba di rumah sakit. Terdapat darah keluar dari telinga sebelah kiri dan diduga ada benturan di bagian kepala akibat terbentur batu sungai. Tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan,” ucapnya.

Atas peristiwa itu, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dan didapati Sungai Kamal memiliki kontur semurup atau aliran yang masuk ke dalam gua dengan kedalaman tertentu, meski permukaannya tampak tenang.

Lokasi berada jauh dari permukiman warga dan terdapat batuan besar di dasar sungai.

“Korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam,” tuturnya.

Sementara itu, saat disinggung apakah akan ada penyelidikan terkait unsur kelalaian pihak sekolah hingga mengakibatkan siswanya meninggal dunia, Edy menuturkan pihaknya belum mengarah ke hal tersebut.

“Kami belum mengarah ke sana, saat ini konsentrasi dengan keluarga korban. Karena, keluarga masih mengalami duka mendalam,” urainya.

Sebelumnya diberitakan, suasana duka menyelimuti kediaman pasangan Supriyadi dan Dewi Cahya di Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Isak tangis sang ibu tak henti terdengar ketika menyambut kedatangan para pelayat yang datang silih berganti untuk memberikan doa dan penguatan, Kamis (16/10/2025).

Di rumah sederhana itu, kepergian GS, putra pertama mereka yang masih duduk di bangku kelas 2 SD, meninggalkan luka mendalam.

GS meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Kamal saat kegiatan outbound Pramuka dari sekolahnya.

Ayah korban, Supriyadi mengatakan kegiatan outbound Pramuka itu digelar oleh pihak sekolah di Sungai Kamal, pada Rabu (15/10/2025), siang kemarin.

Dirinya pun tidak mengetahui kalau ada kegiatan outbound Pramuka di dekat sungai yang digelar oleh pihak sekolah.

“Saya tahunya, pagi itu  anak berangkat sekolah biasa saja, tidak ada cerita kalau kegiatan outbound apalagi di dekat sungai,” tuturnya di rumah duka, pada Kamis (16/10/2025).

Dirinya baru mengetahui setelah mendapatkan kabar pada sore hari ketika korban tidak kunjung pulang ke rumah.

“Karena, saat itu saya masih kerja. Dapat telepon, kalau anak saya tidak pulang padahal sudah sore hari,” terangnya.

Kemudian, dirinya dan warga pun langsung menyusuri Sungai Kamal yang menjadi lokasi terakhir korban berada.

Kemudian, pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, korban ditemukan tenggelam dalam kondisi tidak bernyawa.

Atas kejadian ini, dirinya sangat menyesalkan sikap pihak sekolah yang tidak memberitahukan  terlebih dahulu kepada orangtua adanya aktivitas outbound di sekitar sungai tersebut.

“Kalau dari awal dikasih tahu, pasti tidak akan saya izinkan karena anak saya itu tidak bisa berenang. Apalagi anak seusia itu rasa ingin tahunya sangat tinggi,” ucapnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, Ibu korban, Dewi Cahya terlihat sangat terpukul atas kejadian ini.

Bahkan, dirinya sempat menjerit histeris saat perwakilan dari sekolah mendatangi rumah duka.

Sementara itu, pihak sekolah enggan memberikan pernyataan atas kejadian  yang mengakibatkan siswanya kehilangan nyawa tersebut.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here