Beritainternusa.com,Gunungkidul – Warga kalurahan Pampang, kapanewon Paliyan kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk bertuliskan nada ketidak puasan terhadap pemerintah kalurahan. Selain membentangkan spanduk yang bertuliskan nada ketidak puasan terhadap kinerja pemerintah kalurahan warga juga menanam pohon pisang di area proyek lapangan.
Dari pantauan awak media Rabu (26/3/2025) bentangan spanduk terlihat jelas serta tanaman pohon pisang berjajar rapi. Saat dikonfirmasi awak media pemerintah kalurahan Pampang melalui Jogoboyo Sutarjo menyampaikan tidak tau menau soal aksi protes warga tersebut.
Saya tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang serta membentangkan spanduk mas”.jelasnya. Salah satu warga yang enggan di sebut namanya menyampaikan bahwa spanduk serta tanaman pohon pisang di sinyalir bentuk protes warga yang berkelanjutan. Di lihat dari aksi protes ,itu jelas bentuk dari protes warga yang tidak lagi percaya dengan kepemimpinan Lurah “.Ungkapnya
Proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut tidak bisa di selesaikan pihak kalurahan Pampang di akhir Tahun 2024 dengan berbagai alasan karena faktor iklim .Carik Pampang Dinda Ayu beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa proyek tersebut berkelanjutan. Proyek lapangan yang mestinya di kerjakan di tahun 2025 tapi di karenakan ada perubahan maka pengerjaan di lakukan di tahun 2024. Proyek itu sebenarnya proyek di tahun 2025 namun karena ada perubahan makanya proyek tersebut di kerjakan di tahun 2024 “.jelasnya
Carik Pampang juga menambahkan secara administrasi sudah terpenuhi tapi memang ada catatan terkait dengan lapangan.
[Supri/bindiy]









