Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri LSAK Dorong KPK Ambil Alih Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara Jajaran Polsek Cengkareng Gelar Razia Di Sejumlah Titik Rawan Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK BEM SI Dukung Kortastipidkor Polri Dalam Mengusut Sejumlah Dugaan Tindak Pidana Korupsi Wagub Jabar: Ribuan ASN Jabar Terlibat Judi Online Dengan Transaksi Rp 10 Miliar

News

Empat Pejabat ATR/BPN Diperiksa Terkait Penerbitan SHGB Dan SHM Di Laut Tangerang

badge-check

Pagar laut Tangerang Perbesar

Pagar laut Tangerang

Beritainternusa.com,Jakarta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memeriksa 4 pejabat ATR/BPN terkait penerbitan 263 SHGB/SHM di laut Tangerang.

Kalau di Undang-undang pertanahan engga ada istilah sanksi denda atau apa, kalau memang itu pidana larinya ke anu. Kalau memang ada sanksi-sanksinya ya mungkin ini kalau bagi pejabat kami namanya mal administrasi, karena dianggap tidak prudent dan tidak cermat dan itu APIP dengan inspektorat kami sudah memeriksan 4 hari semua pihak terkait,” ungkap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Pantai Anom, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/1/2025).

Dia mengungkapkan empat orang pejabat ATR/BPN yang diperiksa itu di antaranya adalah mantan kepala kantor ATR/BPN Kabupaten Tangerang, dua kepala seksie dan mantan kepala kantor selama proses penerbitan sertipikat.

Yang jelas Kakantah (kepala kantor tanah) pada waktu itu, Kepala Seksi 1, Kepala Seksie 2, kemudian ada proses pergantian saya engga mau sebut nama. Jabatannya saja,” ungkap Nusron.

Dengan kejadian ini, Nusron berjanji akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap seluruh aparatur sipil negara di lingkungan ATR/BPN di seluruh Indonesia.

Pengawasannya akan kami tingkatkan lebih ketat lagi dengan menggunakan prinsip manajemen risiko yang lebih ketat. Ini pembelajaran juga buat teman-teman di internal kami supaya pejabat kita, petugas kita lebih hati-hati,” ucap dia

Menurut Nusron, dengan adanya aplikasi Bhumi setiap ASN di kantor ATR/BPN menjadi lebih terawasi oleh masyarakat.

Dengan adanya aplikasi Bumi itu harus menjadi kesadaran semua aparatur di lingkungan BPN. Mau berbuat kesalahan manapun nggak bisa, nggak bisa ngumpet. Hari ini dengan adanya aplikasi kalau ada kesalahan itu. Kenapa, semua orang bisa melihat sosial kontrolnya. Ini di sini, faktanya di sini. Nggak bisa. Memang ada perdebatan ada. Tadi saya sama Pak Lurah berdebat. Ini dulu abrasi Pak. Ini dulu empang. Ya sudahlah. Kita kan kalau debat tempatnya kan enggak di laut,” ujarnya.

[Admin/mdbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri

10 July 2026 - 16:23 WIB

Polisi Berhasil Menangkap Tersangka Pembunuhan Pedagang Barang Antik Di Pati

25 June 2026 - 07:13 WIB

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Peredaran Uang Palsu Di Bogor Jawa Barat

1 April 2026 - 16:00 WIB

Polisi Buru Bandar Narkoba Yang Jadi Pemasok Dalam Kasus Eks Kapolres Bima Kota

16 February 2026 - 07:28 WIB

Pendidikan Tinggi : Antara Hak Sosial atau Benteng Eksklusif?

24 November 2025 - 08:20 WIB

Trending on News