:strip_icc()/kly-media-production/medias/6414217/original/049267400_1779285415-333133.jpg)
Beritainternusa.com,Sukabumi – Ratusan pengurus lingkungan beramai-ramai geruduk Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (20/5/2026). Massa yang terdiri dari Ketua RT dan RW se-Kota Sukabumi ini datang menagih janji politik Wali Kota Ayep Zaki mengenai komitmen dana abadai sebesar Rp 10 juta untuk setiap RT dinilai hanya sekedar omon-omon belaka.
Kekecewaan ini memuncak karena hingga tahun 2026, realisasi program tersebut belum dirasakan oleh para pengurus di tingkat akar rumput.
Selain dana abadi, massa juga menuntut keberlanjutan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), ketepatan waktu pencairan insentif, serta evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas dana kelurahan.
Koordinator aksi, Levi, dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran mereka untuk menjaga marwah janji pemimpin kepada rakyatnya.
Kami hadir untuk mengingatkan pemerintah agar konsisten terhadap janji-janji politik yang pernah disampaikan kepada RT dan RW. Jangan sampai setelah terpilih, janji itu dilupakan begitu saja,” tegas Levi di hadapan perwakilan anggota dewan.
Lebih lanjut, Levi menyoroti peran krusial RT dan RW yang sering kali diabaikan secara kesejahteraan meski memiliki beban kerja yang berat.
RT dan RW bekerja membantu pemerintah setiap hari, menjadi ujung tombak pelayanan. Maka sudah sewajarnya ketika kami meminta kepastian terhadap program-program yang sebelumnya dijanjikan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Aksi yang berlangsung damai ini juga menitikberatkan pada nasib program fisik di lingkungan warga.
Levi menekankan bahwa program seperti P2RW adalah harga mati karena dampaknya yang sangat nyata bagi pembangunan lokal.
Program P2RW jangan sampai dihilangkan karena ini program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Begitu juga insentif harus tepat waktu dan dana kelurahan perlu dievaluasi agar penggunaannya benar-benar efektif,” tutupnya.
[Admin/lpbin]