Beritainternusa.com,Bogor – Atap bangunan gedung SMKN 1 Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, tiba-tiba ambruk. Siswa-siswi yang sedang mengikuti kegiatan belajar langsung berhamburan keluar.
Situasi tenang pun seketika berubah menjadi kepanikan. Suara teriakan meminta pertolongan terdengar dari lantai 2 gedung sekolah tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (10/9/2025).
Siti Masrifah, siswi kelas 11 memberikan kesaksian saat detik-detik ambruknya atap kelas 10 dan 11 serta ruangan aula SMKN 1 Cileungsi.
Saya lagi ngejalanin Cek Kesehatan Gratis di UKS, posisi saya lagi di depan lobi. Tiba-tiba ada suara gemuruh gitu. Saya kira gempa atau mobil besar yang suka lewat,” tutur Siti.
Untuk mencari tahu sumber suara itu, ia lantas berlari ke lapangan sambil melihat ke sekeliling sekolahan. Saya cek kesini, melihat atap ruang kelas lantai atas sudah ambruk,” ungkap Siti.
Ia kemudian berteriak meminta siswa yang terjebak di ruang kelas untuk berlindung di bawah meja. Tapi katanya ga bisa, mejanya sudah rusak tertimpa reruntuhan. Mau keluar pintu kelas ketutup reruntuhan, lewat jendela juga sama,” tuturnya.
Mereka lalu inisiatif berlindung di samping jendela ruang kelas. Karena di titik tersebut atap bangunan belum ambruk. Mereka teriak-teriak lagi pada minta tolong. Habis itu, guru-guru pada naek ke atas,” ungkapnya.
Tak lama kemudian, para guru di sekolah itu bergegas menyelamatkan seluruh siswa yang ada dalam dua ruang kelas tersebut.
Saat itu, Siti menyaksikan guru dan murid banyak yang terluka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan sekolah.
Yang ambruk kan tiga ruangan. Yang terjebak itu banyak, ada ratusan. Karena di atas ada dua kelas. Satu kelas saja jumlahnya antara 36-40 siswa. Di aula juga lagi banyak siswa, kayanya ada lebih dari 50 orang,” sebutnya.
Siswa yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Soalnya ada kepalanya luka ketimpa, tangannya luka kena besi baja ringan,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tercatat sebanyak 31 orang terdiri guru dan siswa mengalami luka. 26 korban dilarikan ke RS Thamrin, lima lainnya ke RS Merry.
Komandan Kompi (Danki) BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin mengatakan dari 26 korban yang dirawat di RS Thamrin, 20 diantaranya sudah dipulangkan, sementara 6 orang lainnya masih dalam perawatan.
Sementara lima korban yang dilarikan ke RS Merry, tiga orang diantaranya mengalami luka fisik dan dua lainnya mengalami trauma.
Korban yang masih menjalani perawatan karena luka serius, seperti benturan di kepala dan sesak napas hingga trauma,” kata Jalaludin.
[Admin/lpbin]









