Kebakaran Yang Melanda Pabrik Garmen Di Sleman Berdampak Pada 1.600 Pekerja

0
18
Pabrik Garmen di Sleman terbakar

Beritainternusa.com,Jogja – Kebakaran hebat yang melanda pabrik garmen di wilayah Ngaglik, Sleman, Rabu (21/5/2025) pagi berdampak pada ribuan karyawan yang bekerja di dalamnya.

Tak hanya kerugian material yang diderita tapi kini sebanyak kurang lebih 1.600 orang pekerja mengalami ketidakpastian nasib mereka, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan tengah bersiap dengan berbagai skenario untuk melindungi para pekerja PT Mataram Tunggal Garment (MTG).

Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih, mengakui memang pihaknya belum bisa berkoordinasi secara rinci dengan manajemen perusahaan. Namun sementara ini, pihaknya mendorong untuk dilakukan bipartit.

Kami belum bisa koordinasi detail dengan manajemen. Jadi arahnya nanti kami untuk mendorong dilakukannya bipartit kesepakatan antara pekerja yang dirumahkan ini bagaimana hak dan ketentuannya perlu disepakati,” kata Sutiasih, Rabu (21/5/2025).

Meski belum ada keputusan resmi mengenai PHK, Disnaker Sleman tetap bersiap jika skenario terburuk terjadi.

Sutiasih mengaku siap memberikan pendampingan kepada para pekerja terkait dengan mediasi hubungan industrial.

Kemudian kami sudah menyiapkan apabila nanti ada pengurangan pekerja atau mungkin PHK ya harapannya hanya pengurangan seandainya terjadi PHK, tidak total begitu. Bisa kembali lagi beroperasi harapannya sehingga mereka bisa aktif bekerja kembali,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi dampak sosial-ekonomi yang mungkin timbul, Sutiasih menyatakan Disnaker Sleman telah menyiapkan lima paket pelatihan keterampilan bagi para pekerja.

Program ini akan dibuka bagi mereka yang terdampak PHK maupun yang sedang dirumahkan sementara.

Sutiasih menegaskan bahwa selama masa dirumahkan, pekerja diharapkan tetap bisa beraktivitas produktif.

Apabila diizinkan oleh manajemen selama dirumahkan, apabila diizinkan mengikuti pelatihan, kemudian bekerja di tempat lain selama dirumahkan tapi nanti kalau sudah beroperasi bisa bekerja kembali itu kami akan siap memfasilitasi itu dengan Taksi Pekerja, fasilitasi seleksi pekerja,” tuturnya.

Selain itu, Disnaker Sleman pun telah menggandeng perusahaan-perusahaan lain yang tengah membutuhkan tenaga kerja.

Tak sampai di situ, Pemkab Sleman turut menyiapkan jaminan sosial bagi korban PHK. Termasuk untuk mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan.

Jadi dari kalurahan di mana mereka tinggal khususnya untuk yang warga Sleman ini mengajukan rekomendasi atau permohonan pengaktifan kembali BPJS Kesehatan. Kemudian kami Disnaker akan memverifikasi benar ini korban PHK kemudian kami rekomendasi ke Dinas Kesehatan untuk diaktifkan kembali dengan dana PBI [penerima bantuan iuran] APBD Sleman selama 3 bulan kalau tidak salah,” paparnya.

Masih ada lagi, selain pelatihan kerja, mereka yang ingin berwirausaha juga bisa mengakses program pinjaman modal lunak dari Pemkab Sleman.

Tergantung dari usahanya, kan harus punya embrio dulu, ada agunan juga dan nanti diverifikasi oleh tim BKAD,” imbuhnya.

Bagi pekerja yang berminat bekerja ke luar negeri, Sutiasih mengatakan pihaknya membuka layanan konsultasi dengan berbagai syarat keamanan.

Kemudian lagi yang mau keluar negeri nanti kita fasilitasi tapi harus ke Disnaker dulu konsultasi, keluar negeri mana saja yang kerja sama dengan Indonesia, pemerintah Indonesia, kami ingatkan jangan sampai ke Kamboja, Vietnam, Thailand dan sekitarnya yang lagi isu adanya perdagangan manusia, organ tubuh itu,” ungkapnya.

Sutiasih menyampaikan bahwa Disnaker Sleman turut membuka layanan posko konsultasi setiap hari, baik secara langsung maupun daring.

Konsultasi setiap hari kami siap di Disnaker lantai dua, baik itu online atau datang kami pasti layani,” kata dia.

Sebelumnya Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 03.30 WIB pagi tadi. Petugas segera menuju lokasi untuk memastikan situasi.

Kurang lebih sekitar jam 3-3.30 tadi kita sudah di TKP karena ada laporan masyarakat [soal kebakaran],” kata Yuliyanto di lokasi.

Disampaikan Yuliyanto, setibanya di lokasi, api telah membesar dan membakar sebagian besar bangunan pabrik. Namun hingga pagi hari, proses pemadaman masih berlangsung.

Dari pantauan awak media di lokasi, pemadaman masih terus berlangsung hingga pukul 08.46 WIB. Sejumlah mobil pemadam kebakaran masih terus berdatangan ke lokasi.

Benar di situ kejadian kebakaran tapi penyebabnya belum bisa diketahui dan jumlah kerugian juga belum bisa diketahui, untuk sampai sekarang belum padam masih proses pemadaman,” ujarnya.

Yuliyanto bilang pabrik yang terbakar diketahui merupakan pabrik garmen yang bergerak di bidang produksi konveksi. Di dalamnya terdapat banyak bahan mudah terbakar seperti kain, hasil produksi jadi, hingga peralatan kantor.

[Admin/scbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here