:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ngantor-Bersepeda-Kepala-Dinas-Pendidikan-Disdik-Kabupaten-Nganjuk.jpg)
Beritainternusa.com,Jatim – Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sudah mulai menerapkan work from home (WFH) bagi ASN pada, Rabu (1/4/2026).
WFH tersebut diberlakukan sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah krisis energi dampak dari konflik di Timur Tengah.
Tentu saja, penerapan WFH bukan untuk seluruh ASN. ASN yang tugasnya berhubungan dengan pelayanan masyarakat tetap masuk kantor, termasuk para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka yang ngantor pun turut diajak berhemat BBM.
Sebelumnya, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi telah mengimbau ASN yang rumahnya dekat kantor bisa naik sepeda.
Anjuran itu nyatanya dilaksanakan oleh ASN, salah satunya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto.
Puguh dengan mengenakan pakaian dinas dan helm mengayuh sepeda dari rumah menuju kantor Disdik yang berlokasi di Jalan Dermojoyo, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk.
Jarak antara rumah Puguh dengan kantor sekira 3 kilometernya. Rumah saya dekat dengan kantor. Karenanya, saya bersepeda ketika ngantor,” kata Puguh.
Puguh sebetulnya sudah terbiasa melakukan aktivitas bersepeda. Bersepeda jadi olahraga pilihannya di akhir pekan. Selain itu, pada Jumat, saya sering naik sepeda dari rumah ke kantor,” ucapnya.
Menurutnya, bersepeda memilik banyak manfaat. Mulai bikin badan bugar, pengurangan konsumsi BBM, menekan polusi udara hingga kemacetan.
Kami sarankan juga ke teman-teman naik sepeda yang rumahnya dekat kantor pada hari Rabu. Atau bila memungkinkan jalan kaki,” terangnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar ASN yang bertugas di Disdik mengikuti WFH. ASN yang menjalankan WFH tetap berada dalam pengawasan ketat.
Mereka diwajibkan mengaktifkan fitur berbagi lokasi secara langsung lewat grup WhatsApp dan aplikasi pelaporan yang difasilitasi BPKSDM setempat.
WFH tidak diterapkan di satuan pendidikan di bawah naungan Disdik Kabupaten Nganjuk, yakni SD dan SMP negeri. Proses belajar mengajar tetap berlangsung,” pungkasnya.
[Admin/tbbin]
