:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/BANJIR-TELUK-jambe-surut.jpg)
Beritainternusa.com,Jabar – Dunia pendindikan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat kini mulai lega. Pasalnya banjir yang merendam SMP Negeri 1 Teluk Jambe selama kurang lebih 15 hari kini mulai berangsur surut.
Sejak Rabu (4/2/2026) pagi, suasana sekolah berubah menjadi sibuk. Aktivitas bersih-bersih massal mulai dilakukan secara gotong royong untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang sempat lumpuh total.
Kepala SMPN 1 Telukjambe Barat, Subhan, mengungkapkan bahwa musibah kali ini merupakan salah satu yang paling ekstrem. Ketinggian air sempat mencapai level yang mengkhawatirkan hingga hampir menyentuh atap bangunan.
Alhamdulillah pagi ini air sudah mulai surut dan kami langsung melakukan bersih-bersih. Kondisinya cukup parah; lumpur sangat tebal, banyak buku, serta fasilitas sekolah rusak berat akibat terendam lebih dari dua minggu,” ujar Subhan saat ditemui awak media di lokasi, Rabu (4/2/2026).
Mengingat tebalnya material lumpur di sejumlah ruang kelas dan fasilitas pendukung, proses pembersihan diperkirakan akan memakan waktu hingga empat hari ke depan.
Beruntung, pihak sekolah tidak sendirian dalam menghadapi pascabencana ini. Berbagai unsur turut terjun langsung ke lapangan untuk mempercepat pemulihan.
Alhamdulillah kegiatan bersih-bersih ini dibantu oleh petugas Damkar, PMI, kepolisian, TNI, para relawan, serta para guru dan murid. Semuanya turun tangan membantu agar sekolah bisa segera digunakan kembali,” katanya.
Subhan mengakui banjir kali ini di luar prediksi. Pihak sekolah sempat mengira air akan surut lebih awal, namun kenyataannya ketinggian air justru meningkat di tengah proses persiapan pembersihan.
Banjir seolah menjadi “tamu rutin” bagi sekolah ini. Selama dua tahun menjabat sebagai kepala sekolah, Subhan mencatat SMPN 1 Telukjambe Barat sudah dihlanda belasan kali banjir.
Pada tahun 2025 terjadi sekitar delapan kali banjir, dan di awal tahun 2026 ini saja sudah tiga kali,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi langganan banjir ini, Subhan berharap ada kebijakan dari pemerintah terkait peningkatan infrastruktur sekolah.
Harapan kami ada peninggian kelas atau penambahan lantai kelas (ruang kelas bertingkat). Dengan begitu, saat banjir datang, barang-barang sekolah dan buku bisa diselamatkan ke tempat yang lebih aman,” harapnya.
Meski diterjang banjir berkali-kali, semangat para tenaga pendidik dan siswa tidak luntur. Subhan memuji ketabahan mereka yang tetap konsisten mengabdi di tengah keterbatasan fasilitas akibat bencana alam.
[Admin/tbbin]

