Ustadz Adi Hidayat

Beritainternusa.com,Jakarta – Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan umat Islam agar memahami makna hijrah secara utuh dan mendalam. Menurutnya, hijrah bukan semata soal perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan perubahan kondisi diri menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Walaupun keadaannya tidak harus pindah tempat. Jika pun Anda berpindah tempat, tapi justru menuju tempat yang menjauhkan dari Allah, itu bukan hijrah,” kata Ustadz Adi Hidayat dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).

UAH menekankan, momentum Tahun Baru Islam adalah saat yang tepat untuk melakukan transformasi diri secara spiritual. Transformasi itu, menurutnya, berarti perubahan ke arah kebaikan secara menyeluruh, baik dalam ibadah, akhlak, maupun lingkungan keluarga.

Kalau belum bisa menemukan jati diri yang lebih baik, maka berhijrahlah. Ajak juga orang terdekat. Kalau bapaknya sudah baik tapi istrinya belum, maka ajak bersama. Kalau anaknya sudah hafal Al-Qur’an, ibunya bisa baca Al-Qur’an, tapi bapaknya belum punya waktu, maka ajaklah berhijrah,” terang UAH.

Menurutnya, semangat hijrah adalah panggilan moral dan spiritual yang diwariskan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Nabi, kata dia, mengajak umat untuk berpindah dari gelapnya kejahilan menuju cahaya hidayah.

Nabi mengajak kita. Nabi memanggil kita untuk berhijrah. Orang yang hijrahnya benar akan melihat dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki,” tuturnya.

UAH juga mengingatkan bahwa keislaman harus dibuktikan secara konkret, bukan hanya diucapkan. Komitmen dalam berislam harus ditunjukkan dengan perubahan suasana hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Kalau kita sudah menyatakan diri sebagai seorang Muslim, maka buktikan dengan komitmen. Caranya? Hadirkan suasana yang lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Adi mengajak seluruh umat Islam untuk tidak melewatkan Tahun Baru Islam tanpa makna. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar simbol atau seremoni, melainkan niat tulus, tindakan nyata, dan upaya berkelanjutan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Berhijrah bukan hanya soal simbolik, tetapi tentang niat, tindakan, dan perubahan nyata,” pungkasnya.

[Admin/itbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here