Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus S

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Polres Gunungkidul menaikkan status pelaku perundungan (bullying) antar siswa di sebuah sekolah dasar (SD) swasta di Kabupaten Gunungkidul menjadi pelaku anak.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Andika Arya Pratama mengatakan, awalnya status pelaku anak perundungan ini sebagai saksi namun setelah dilakukan gelar perkara statusnya dinaikkan sebagai pelaku anak, pada Rabu (8/11/2023) kemarin.

Sudah dilaksanakan gelar perkara untuk menaikkan status saksi menjadi pelaku anak,” kata dia, pada Kamis (9/11/2023). Setelah adanya penetapan status itu, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 2 Wonosari, untuk penanganan lebih lanjut. Kami masih menunggu rekomendasi dari Bapas,” ujarnya.

Kasus perundungan ini turut menjadi perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Pihaknya akan tegas melakukan tindak lanjut dengan memanggil pihak sekolah yang siswanya terlibat perundungan.

Kami akan menindaklanjuti, meskipun belum ada laporan resmi ke kami,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati saat dikonfirmasi hari ini.

Adanya perundungan antar siswa ini, pihaknya sangat menyayangkan kasus ini bisa terjadi terlebih di lingkungan sekolah. 

Padahal, selama ini kami intens untuk melakukan pencegahan perundungan di sekolah, dengan melakukan sosialisasi,” terang dia.

Untuk menyelesaikan kasus ini, pihaknya juga bakal menggandeng Forum Anak Gunungkidul untuk pencegahan perundungan.

Menurutnya, perundungan tidak hanya bersifat kekerasan fisik, tetapi juga berupa perundungan verbal maupun sosial baik nyata dan maya. Semoga ini kasus terakhir di Gunungkidul, kita akan terus memantau sekolah untuk pencegahan bullying,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Andika Arya Pratama mengatakan, pihaknya terus mendalami dugaan kasus perundungan di kalangan pelajar ini. Sebab, diperkirakan masih banyak korban lainnya.

Jadi, masih didalami karena dari informasi ada banyak korban. Namun, yang melaporkan baru satu orang,” ujarnya usai konferensi pers di halaman depan Makopolres Gunungkidul , pada Selasa (7/11/2023). Ia menjelaskan, dugaan perundangan yang dilakukan antar teman sekelas ini adalah aksi pemukulan.

Terkait untuk tindakan sekolah terhadap anak terduga pelaku perundungan kami tidak mengurusi itu, namun yang kami urus adalah terkait pelaporannya. Yaitu, ada pemukulan. Yang dibulli teman sekelas, kalau sampai dilaporkan ke polisi berarti sudah membuat resah para orangtua dan wali murid,” terangnya.

Pelaporan dugaan perundungan ini, kata Kasat Reskrim, dipicu saat siswa sedang mengikuti pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sekitar pukul 10.00 WIB,  pada 1 September 2023 lalu. 

Di tengah pembelajaran tersebut, jaringan internet mengalami trouble sehingga guru pengajar terpaksa keluar kelas untuk melakukan pengecekan jaringan di lantai bawah.

Kemudian, di kelas korban membuka Youtube. Oleh pelaku yang juga siswa ini diingatkan bahwa dilarang membuka aplikasi tersebut, namun tidak dihiraukan sehingga terjadi pemukulan dengan tangan terbuka dan mengenai kepala belakang korban. Korban berteriak kesakitan dan menangis serta gemetar. Guru yang mendengar laporan dan kegaduhan ini langsung membawa korban ke UKS,” terang dia.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here