Polisi geldah rumah di jalan Kertanegara no 46 Jakarta Selatan

Beritainternusa.com,Jakarta – Polisi menggeledah sebuah rumah di Jalan Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan, Kamis, (26/10/2023). Penggeledahan ini diduga terkait kasus dugaan pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri

Pantauan di lapangan, elf hitam dan minibus bertuliskan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terpakir di depan rumah mewah tersebut. Anggota Sabhara Polres Jaksel membuat barikade berjaga-jaga di depan rumah. Sementara tampak juga beberapa polisi berpakaian putih hitam berdiri di dekat gerbang.

Salah satu petugas Bhabinkamtibmas Aiptu Sugi meyampaikan, pihaknya mendapat perintah untuk menuju ke rumah bernomor 46. Informasi yang diterimanya, akan ada penggeledahan yang dilakukan petugas kepolisian. Namun, ia megaku tak tahu rumah siapa yang digeledah. Enggak tahu, tapi yang digeledah ini infonya yang (rumah) nomor 46,” kata dia.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak belum merespon terkait penggeledahan ini.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dibeberkan kepolisian. Total 54 saksi telah dimintai keterangan kasus dugaan pemerasan ini.

Perkara ini ditangani Subdit V Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya setelah menerima aduan masyarakat (dumas) pada 12 Agustus 2023.

Saat itu, dilakukan tahapan verifikasi, telaah, dan pengumpulan bahan keterangan, kemudian dibuat laporan informasi sebagai dasar dilakukannya penyelidikan.

Polda Metro Jaya kemudian mengadakan gelar perkara pada 6 Oktober pada Jumat 2023. Hasil gelar perkara menaikan status pekara dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan setelah ditemukan unsur pidana.

Berdasarkan hasil gelar perkara itu, maka dibuat laporan polisi (LP) sebagai dasar penyidikan yang dilakukan selain spindik. Dalam LP yang dibuat tersangka atau terlapor masih tahap lidik.

Penyidik Subdit Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih menunggu respons dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait permintaan supervisi dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, belum ada tanggapan dari pihak KPK terkait permintaan supervisi yang diajukan oleh Polda Metro Jaya.

Sampai saat ini kami masih menunggu jawaban dari pihak KPK RI,” kata Ade kepada wartawan, Rabu (25/10/2023). Ade mengatakan, penyidik bahkan sampai mengirimkan surat ke Dewas KPK supaya mendorong pimpinan KPK menanggapi permohonan supervisi.

Penyidik telah mengirimkan surat kepada Dewas KPK RI untuk mengakselerasi mendorong percepatannya supervisi penanganan perkara a quo dengan mendorong pimpinan KPK RI untuk menugaskan Deputi Korsup untuk melakukan supervisi,” ujar dia.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here