Pendapa Balai desa Soco Wonogiri ambruk diterpa hujan angin

Beritainternusa.com,Wonogiri – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pendapa balai desa Soco, Slogohimo, Wonogiri ambruk pada Minggu, (22/10/2023) sore. Akibat kejadian itu agenda pertemuan warga yang biasa dilakukan di pendapa itu terpaksa harus dipindahkan ke tempat lain.

Kepala Desa Soco, Agus Riyanto, mengatakan berdasarkan informasi yang dia himpun dari saksi, pendapa balai desa itu ambruk pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB.

Robohnya pendapa balai desa itu disebabkan angin kencang disertai hujan. Angin kencang itu sebelumnya sudah merusak kanopi rumah makan di sekitar balai desa.

Tidak lama setelah itu, kondisi gelap, angin kencang dan hujan, tiba-tiba pendapa balai desa ambruk. Padahal itu hujan kali pertama setelah kemarau ini,” kata Agus saat dihubungi awak media, Minggu malam.

Dia menjelaskan usia pendapa Balai Desa Soco, Slogohimo, Wonogiri, yang ambruk diterpa angin kencang itu sudah puluhan tahun. Pendapa itu sudah ada selama empat kali pergantian kepala desa.

Robohnya pendapa itu dimungkinkan karena kayu pendapa sudah rapuh. Letak pendapa itu tepat berada di kantor desa. Tetapi beruntung runtuhan kayu dari pendapa tidak mengenai bangunan kantor desa.

Menurut Agus, fungsi pendapa itu sangat vital karena kerap digunakan sebagai tempat pertemuan warga. Selain itu menjadi tempat posyandu anak balita dan remaja. Pembagian bantuan sosial baik dari dana desa atau sumber lain pun dilakukan di pendapa tersebut.

Agus menyebut kondisi pendapa Balai Desa Soco, Slogohimo, Wonogiri, yang ambruk diterjang angin itu sudah tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Tiang-tiang penyangga dan atap pendapa sudah patah.

Maka dari itu, untuk sementara kegiatan pertemuan warga dan kegiatan sosial lain akan dipindahkan ke ruang pertemuan di kantor desa. “Walaupun ruangannya lebih sempit, tetapi mau tidak mau untuk sementara memang harus pindah dulu,” ujar dia.

Dia menambahkan renovasi pendapa Balai Desa Soco tidak mungkin dilakukan secara cepat. Saat ini anggaran desa sudah teralokasikan untuk program-program prioritas. Dana desa pun belum memungkinkan untuk digunakan membangun pendapa lagi.

Paling cepat satu-dua tahun lagi baru bisa dibangun kembali. Kalau nilai kerugian akibat kejadian itu diperkirakan sampai puluhan juta rupiah, tapi mungkin di bawah Rp100 juta,” ujar dia.

[Admin/spbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here