Anies Baswedan

Beritainternusa.com,Jakarta – Bakal calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan bicara empat isu utama agenda perubahan. Empat isu utama itu adalah harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, pendidikan berkualitas, dan pelayanan kesehatan.

Lantas, Anies menanyakan apakah harga pokok hari ini harganya mahal atau tidak.

Apakah kebutuhan pokok hari ini harganya murah atau mahal? Murah atau mahal? Mau diteruskan mahalnya atau diubah? Itulah perubahan. Perubahan bicara mengubah kebutuhan pokok yang mahal jadi murah,” ungkap Anies dalam dialog di Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/8/2023).

Kedua, lanjut dia, soal lapangan pekerjaan hari ini dinilai masih kurang. Sementara jumlah sumber daya manusia melimpah.

Kita bicara lapangan pekerjaan kita punya banyak pekerja tapi kurang pekerjaan, di negeri lain banyak pekerjaan kurang pekerja,” ucap Anies. “Pertanyaan apakah sulitnya lapangan pekerjaan mau dilanjutkan atau diubah, itulah perubahan,” imbuh dia.

Ketiga, sambung dia, soal pendidikan berkualitas hari ini masih menjadi persoalan. Untuk itu, Anies ingin melakukan perubahan di bidang pendidikan. “Pendidikan berkualitas hingga tuntas yang PR-nya masih banyak kita lakukan perubahan di situ,” kata Anies.

Terakhir, soal pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Anies bicara betapa mahalnya biaya pengobatan di rumah sakit hari ini. Ia mengibaratkan, orang yang datang ke rumah sakit, ketika keluar bukannya sembuh malah menjadi miskin.

Betapa banyaknya rakyat kita ketika mengalami sakit datang ke rumah sakit bukan jadi sembuh, bukan jadi sembuh jadi miskin, yang diperlukan datang ke rumah sakit pulang sembuh bukan pulang menjadi miskin,” tutup Anies.

Sebelumnya, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan menghadiri bincang interaktif bersama anak muda Bandung di Rumah Kentang, Sabtu 5 Agutus 2023 kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Anies didampingi Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menanggapi kegalauan anak muda, salah satunya Fauzan yang merasa insecure mengemukakan pendapat atau memberikan kritik kepada pemerintah atau lembaga-lembaga karena dapat berujung pelaporan ke Kepolisian.

Anak muda ini memang berani, tetapi keberanian itu sekarang jadi terbatasi, karena Undang-Undang ITE, nah bagaimana agar anak muda berani untuk ikut berkontribusi salah satunya lewat kritik jika memang ada kebijakan yang tak sesuai,” kata Fauzan.

Menanggapi hal tersebut, Anies mengakui UU ITE telah banyak bergeser penggunaannya dari tujuan utama yakni melindungi data dan privasi warga negara. Banyak pasal karet yang dimanfaatkan untuk membungkam.

Kenyataan di lapangan UU ITE sering dipakai pasal-pasal karetnya untuk membungkam yang mau mengungkapkan pendapat dan kritik. Bahkan melaporkan pelayaann buruk di sebuah rumah sakit bisa berujung pada kriminal,” ujar Anies.

Maka dari itu ke depan, Anies menjamin negara harus segera merevisi pasal karet tersebut. Dengan demikian akan membuka ruang bagi siapa pun untuk berani mengemukakan pendapat, termasuk anak muda.

Kami melihat pasal karet tersebut harus direvisi di masa depan, kita harus berikan ruang untuk mengemukakan pendapat dan kritik, sehingga dapat digunakan anak muda untuk kritis melihat berbagai persoalan bangsa,” kata Anies Baswedan menandaskan.

 [Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here