Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Sumbangan untuk Sekolah Menengah Pertama  (SMP ) di akhir jenjang dalam menempuh pendidikan menjadi cerita serta keluh kesah para wali murid. Pasalnya pungutan sumbangan tersebut menjadi beban para wali murid. Pihak sekolah berdalih sebagai sumbangan dengan nominal yang berbeda – beda.

Salah satu wali murid SMP Negeri 1 Ngawen Kab.Gunungkidul yang enggan di sebut namanya menyampaikan sangat keberatan dengan adanya sumbangan tersebut. Sebenarnya saya keberatan mas dengan adanya sumbangan itu,kambing saya jual belum nanti biaya untuk masuk sekolah lagi”.jelasnya

Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ngawen  Bambang Edy W Jumat (14/07/2023) menjelaskan bahwa tidak ada sumbangan atau tinggalan untuk sekolahan. Saya sampaikan untuk sekolah ini tidak ada sumbangan mas lebih jelasnya monggo datang ke sekolahan “.ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati  saat di konfirmasi menjelaskan “,kami selaku penanggung jawab urusan pendidikan sudah memerintahkan kepada jajaran satuan didik negeri dan satuan didik swasta yang menerima BOSP untuk tidak memungut biaya apapun terkait dengan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2023/2024. Namun kami akan menelusuri laporan tersebut dan apabila terdapat satdik yang melakukan pelanggaran akan kami tindak secara tegas “.ungkapnya

Namun dalam Kenyataan di lapangan terjadi  pungutan atau sumbangan itu berbentuk kwitansi dengan jumlah 150 ribu hingga 300 ribu rupiah.

[Supri/bindiy]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here