Ketum Partai NasDem Surya Paloh

Beritainternusa.com,Jakarta – Ketum NasDem Surya Paloh mencurahkan isi hatinya diperlakukan bak partai oposisi dalam pemerintahan kabinet Indonesia Maju. Padahal, Nasdem merupakan salah satu partai koalisi yang mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu.

Kita partai yang mengusung pemerintahan. Jadi kenapa partai pemerintah diperlakukan seperti partai oposisi?” katanya saat memberikan arahan dalam Rapat Pemenangan Pemilu 2024 di DPW NasDem Bali, Senin (26/6/2023).

Surya Paloh mengaku bukannya tidak mampu melakukan perlawanan namun berkomitmen menjaga keamanan stabilitas politik masa kini.

Bukan berarti NasDem tidak mampu untuk melakukan perlawanan. Sebenarnya sekecil-kecilnya semut dia diinjak, dia terus akan melawan. Apalagi NasDem, tapi persoalan kita bukan di sana, persoalan kita adalah komitmen kebangsaan yang harus tetap terjaga,” sambungnya.

Surya Paloh menegaskan mendukung pemerintahan Jokowi sampai akhir kepemimpinannya. Hal ini demi mencapai tujuan Indonesia sebagai sebuah negara merdeka.

Persoalan kita adalah bagaimana tetap lebih menekankan output energi positif yang mampu menghasilkan karya bermanfaat dan akhir dari pemerintahan yang kita dukung ini agar kita semakin mendekati tujuan-tujuan kemerdekaan kita,” katanya.

Surya Paloh menekankan arti kepercayaan dan semangat yang sama bagi partai koalisi dalam menjalankan pemerintahan kepemimpinan Jokowi. Bukan saling menjatuhkan satu sama lain.

Kita harus mampu menjaga sesuatu yang wajib kita jaga dan adalah hak kita untuk mempertahankan tingkat survival yang harus dimiliki partai ini. Bukan menjadi hal yang, kanan, kanan, kiri, kiri, mundur, mundur, NasDem bilang apa ini, di mana dia belajar politik?” katanya.

NasDem mulai diperlakukan seperti oposisi setelah mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai capres di Pemilu 2024. Anies didukung dua partai oposisi yaitu PKS dan Demokrat.

Saat bersamaan, ada dua menteri NasDem yang terjerat kasus korupsi, yaitu eks Menkominfo sekaligus eks Sekjen NasDem Johnny G Plate yang sudah menjadi tersangka di Kejagung.

Johnny Plate terjerat kasus dugaan korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) Bakti Kominfo. Kasus itu diusut oleh Kejaksaan Agung.

Sedang Mentan Syahrul Yasin Limpo, dipanggil KPK untuk diklarifikasi soal kasus penerimaan gratifikasi, SPJ fiktif, hingga pemerasan di lingkungan Kementan.

[Admin/kprbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here