Beritainternusa.com,Pacitan – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang kini bertransformasi menjadi PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Pacitan belum berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya,keberadaan PLTU tersebut tidak banyak menyerap tenaga kerja lokal.
Sebenarnya Pemkab Pacitan berharap keberadaan PLTU di Kecamatan Sudimoro tersebut dapat mengurangi angka pengangguran di daerah setempat. Namun faktanya, malah didominasi tenaga kerja dari luar daerah. Dinas perdagangan, perindustrian dan tenaga kerja (disdagnaker) setempat mencatat ada 301 bekerja di PLTU Pacitan.
Terdiri dari 286 laki-laki dan 15 perempuan. Khususnya, di posisi manajerial dan teknis lebih banyak diisi tenaga kerja dari luar daerah. Memang PLTU tersebut tidak terlalu banyak menyerap tenaga kerja,’’ kata Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan Supriyono kemarin (15/6/2023).
Menurut dia, para tenaga kerja luar daerah tersebut banyak yang menempati jabatan manajer, direksi, konsultan, teknisi hingga supervisor. Sementara tenaga kerja lokal diposisikan menjadi administrasi dan buruh. Sehingga terjadi ketimpangan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar daerah,’’ ujarnya.
Sampai saat ini terdapat ratusan pekerja luar daerah yang bekerja di PLTU sejak awal berdiri di 2007 lalu. Paling banyak ditempatkan di bidang teknik pengoperasian pembangkit listrik. Belum banyak menyerap tenaga kerja lokal. Tapi, soal itu kewenangan PLTU sendiri,’’ pungkasnya.
[Admin/rmbin]
