DPD Partai Demokrat Banten

Beritainternusa.com,BantenAnggota Fraksi  Partai Demokrat Provinsi Banten buka suara terkait peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh KSP Moeldoko terkait kepengurusan Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA).

Permohonan PK Kepala Staf Kepresidenan tersebut sudah masuk ke MA pada Senin, 15 Mei 2023 dan teregister dengan nomor perkara: 128 PK/TUN/2023.

Meski demikian, belum ada keputusan kapan PK Moeldoko untuk merebut kursi pimpinan Partai Demokrat tersebut akan diadili oleh MA.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Banten, Nawa Said Dimyati menilai, jika MA mengabulkan PK Moeldoko yang notabene bukan kader Partai Demokrat akan terjadi preseden buruk dalam demokrasi Indonesia.

Karena melalui instrumen hukum, partai politik bisa di take over oleh pihak lain,” kata Nawa kepada awak media, Jumat (9/5/2023).

Menurut pria yang akrab disapa Cak Nawa, masyarakat pro demokrasi dan kader Demokrat tidak akan tinggal diam jika MA mengabulkan PK Moeldoko.

Sebab kata dia, jika PK Moeldoko dikabulkan secara otomatis akan ada perubahan kepengurusan partai dan berpengaruh pada bakal calon legislatif (Bacaleg).

Dan bisa jadi Partai Demokrat tidak akan mengikuti Pileg bahkan bisa jadi Pemilu 2024 bisa tidak terlaksana,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait nasib Bacaleg apabila PK Moeldoko dikabulkan, pria yang akrab disapa Cak Nawa ini menyebut bahwa para Bacaleg satu suara dengan ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tapi jika Partai Demokrat di pimpin oleh Moeldoko maka mereka (Bacaleg) akan menarik mundur dan saya yakin mereka akan memilih mencari keadilan bersama ketum AHY dan masyarakat pro demokrasi,” ujar Ketua DPC Demokrat Kabupaten Tangerang ini.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten, Eko Susilo meyakini bahwa MA akan menolak PK Moeldoko. Sebab jika MA mengabulkan PK Moeldoko agak aneh karena Moeldoko bukan kader Demokrat.

Selain itu, acara kongres yang memenangkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat tidak dihadiri oleh para ketua DPC dan DPD.

Kalau misalkan MA memenangkan Moeldoko agak aneh juga dan sudah pasti kita akan ambil langkah tegas kalau misalkan MA mengabulkan,” katanya.

Saat ditanya kemungkinan PK Moeldoko dikabulkan MA dan struktur partai berubah hingga Bacaleg direvisi, Eko menegaskan akan tetap berada di belakang AHY.

Kalau misalkan pahitnya Moeldoko dimenangkan oleh MA sudah pasti semua akan bergerak di belakang AHY,” ungkapnya.

Namun dia belum bisa memastikan apakah Bacaleg akan mundur mencalonkan diri atau melanjutkan pencalonan apabila PK Moeldoko dikabulkan MA.

Ya kalau misalkan dibilang mundur, kan secara prosedur sudah berjalan. Kalau misalkan ini menangnya sebelum penetapan DCT pasti mundur, tapi kalau setelah DCT enggak bisa,” jelasnya.

Apalagi lanjut Eko, jika PK Moeldoko dikabulkan MA dan pensiunan jenderal tersebut merevisi nama-nama bacaleg yang terdaftar berarti ada maksud tertentu dalam PK Moeldoko tersebut.

Berarti memang niat Moeldoko itu untuk mengaburkan Demokrat untuk menjegal Anies Baswedan sebagai Capres. Tapi saya yakin MA pasti menolak PK tersebut karena bakal merusak demokrasi,” pungkasnya.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here