Megawati Purnamasari dan kuasa hukumnya

Beritainternusa.com,Jatim – Sedih dan pilu kini merundung Megawati Purnamasari. Wanita lansia berumur 78 tahun itu tak kuasa menahan tangis saat ingat telah terusir dari rumah setelah digugat salah satu anak kandungnya.

Anak kandung yang dilahirkan dari rahimnya sendiri menggugat warisan yang membuat Megawati terusir dari rumah yang ditempatinya. Harta benda yang dulu dimiliki dari jerih payah sang suami yang juga ayah dari ketiga anaknya itu.

Sampai saat ini saya tidak tahu apa salah saya ini. Sampai tega-teganya saya digugat dan harus pergi dari rumah saya sendiri,” ujar Megawati sembari menahan tangis.

Megawati bercerita, dirinya tidak habis pikir dengan langkah hukum sang anak. Ia mengaku sedih, lantaran di masa tuanya ini ia harus terusir akibat ulah putranya. Apalagi, kini kondisi kesehatannya semakin menurun dan terus menurun.

Saya ini sakit. Tapi masih dibuat sakit terus seperti ini. Apa salah saya sampai digugat. Padahal dia sudah dikasih dealer (motor). Berkembang, sudah bisa beli rumah di Bali. Saya mengucap syukur dia sudah kaya. Kok masih ingin minta warisan yang ditinggalkan suami saya,” katanya.

Dengan sedikit terbata, Megawati pun menyebut satu per satu nama anak-anaknya. Anak pertama bernama Slamet Utomo yang kini bertindak sebagai penggugat. Anak kedua bernama Sri Rahayu, dan anak ketiga bernama Herry Sugiharto.

Dia (Slamet) tidak pernah memberi saya uang untuk berobat, makan. Dari mana saya membayar biaya berobat kalau tidak dari dealer yang saya rintis bersama suami saya,” ucapnya.

Megawati bercerita, dalam perkara ini, dirinya digugat Slamet. Obyek gugatan adalah sebuah tempat yang dijadikan usaha sekaligus rumahnya di Banyuwangi, Jawa Timur. Megawati kini harus terusir dari rumah sekaligus tempat usaha yang diwariskan sang suami, karena Pengadilan Negeri Banyuwangi mengabulkan gugatan sang anak.

Rumah sekaligus tempat usaha saya disita. Saat ini saya tinggal bersama anak saya yang terakhir di Surabaya,” pungkasnya.

Megawati tak pernah mengira sang anak berani melayangkan gugatan semasa dirinya masih hidup. Sebab, warisan apa yang dipersoalkan jika dirinya masih ada alias masih hidup. Saya nggak mengira dia berani lakukan itu. Apa salah saya,” ujarnya berulang-ulang.

Kini, Megawati pun berupaya melawan sang anak di pengadilan. Meski dalam dua perkara dengan nomor 184/Pdt.G/Pdt/2022, dan nomor perkara : 240/G/2022/PTUN dinyatakan kalah, ia mengaku tak menyerah.

Survita Hendrayanto, kuasa hukum Megawati, memastikan bahwa kliennya telah mengajukan banding. Ia menganggap putusan hakim belum mencerminkan keadilan bagi kliennya.

Ini sebetulnya masalah keluarga. Tetapi saya melihat ada setingan dalam pelaksanaan proses hukumnya,” tuturnya.

Hendra menjelaskan bahwa selama persidangan kliennya tidak pernah dipertemukan dengan penggugat (Slamet Utomo) saat mediasi.

Anehnya lagi, Ibu Mega ini tidak pernah dipertemukan baik selama persidangan ataupun mediasi. Klien saya ini mama kandungnya sendiri, bukan orang lain. Kenapa kok ga dipertemukan,” lanjutnya.

Kemudian Hendra menerangkan, kliennya memiliki tiga orang anak. Dan ketiganya telah menerima pembagian warisan dealer motor berupa anak cabang.

Objek berupa dealer (motor) sekaligus rumah yang digugat ini awalnya atas nama almarhum suami dari klien kami (sujianto). Kemudian ketiga anaknya ini sepakat dibalik nama atas nama Ibu Mega dan dinotariilkan, karena semua anaknya sudah menerima bagiannya masing-masing,” terangnya.

[Admin/mdbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here