Puluhan petugas gabungan melakukan apel di terminal taxi Arjowinangun

Beritainternusa.com,Pacitan – Peristiwa bentrokan dua kubu ronda thekthek (rontek) gugah sahur pekan lalu disikapi serius oleh polres Pacitan. Penindakan tegas akan dilakukan jika terbukti ada unsur kekerasan yang sengaja dibalut dalam tradisi itu.

Rontek itu kearifan lokal tidak ada pidananya, tetapi kalau tawuran atau berkelahi sampai lemparan-lemparan beda ceritanya,’’ tegas Kapolres Pacitan AKBP Wildan Alberd.

Kapolres menambahkan, rontek gugah sahur menjadi budaya orisinil Pacitan. Tak ditemukan di daerah lain, kegiatan tersebut menjadi ciri khas Pacitan selama bulan Ramadan. Tidak ada larangan khusus kegiatan itu.

Kami bersama TNI dan unsur dari pemkab tetap melakukan kegiatan lapangan mengantisipasi potensi gangguan keamanan,’’ ujarnya.

Wildan menambahkan aturan khusus perlu diterapkan antisipasi tawuran rontek terjadi. Seperti pembatasan wilayah rontek keliling, alat yang dibawa hingga penunjukan ketua penanggung jawab setiap grup rontek.

Bahkan, lanjutnya, bila dibutuhkan sanksi larangan menggelar rontek ‘’halal’’ diterapkan bagi mereka yang melanggar pun terlibat tawuran. ‘’Forkopimca monggo buat kesepakatan bersama agar bisa diingatkan di setiap wilayah,’’ jelasnya.

Disamping itu, lanjutnya, aksi tawuran rontek menjadi citra buruk Pacitan. Entah besar pun kecil, kabar tersebut mudah viral di tengah pesatnya dunia digital. Disamping sejumlah warga luar daerah mulai berdatangan ke Pacitan baik berwisata maupun mudik jelang lebaran.  ’’Intinya tradisi ini jangan sampai jadi citra buruk daerah,’’ pungkasnya.

[Admin/rmbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here