Eks Wali Kota Blitar SA jadi tersangka perampokan di rumah dinas

Beritainternusa.com,Jatim – Setelah hampir dua bulan kasus perampokan disertai penyekapan rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso akhirnya terungkap. Salah satu tersangka ternyata eks Wali Kota Balitar sendiri SA.

SA ditetapkan tersangka hari ini oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ia diduga terlibat perampokan disertai kekerasan di rumah dinas wali kota tersebut. Kabar ini disampaikan Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto di Surabaya, Jumat (27/01/2023).

Pada penyampaian pertama saya bilang masih ada episode berikutnya untuk kasus ini dan pukul 03.00 WIB, kami menangkap mantan Wali Kota Blitar berinisial SA terkait keterlibatannya dalam kasus ‘curas’ (pencurian dengan kekerasan) di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso,” katanya.

Kapolda mengatakan penangkapan tersangka SA dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan intensif terhadap pelaku yang sebelumnya ditangkap jajaran Polda Jatim.

Kami pastikan mereka bertemu dan berkomunikasi di satu lapas dan memberikan informasi tentang keberadaan tempat penyimpanan uang dan bahkan waktu yang baik untuk melakukan aksi di rumah dinas itu,” kata Kapolda.

Sementara itu, tersangka SA saat dibawa aparat kepolisian mengelak bahwa aksi perampokan di rumah dinas Wali Kota Santoso merupakan balas dendam. Apa? saya tidak tahu, siapa yang balas dendam,” katanya.

Atas tindakannya, SA dijerat pasal 365 juncto pasal 56 KUHP karena membantu melakukan tindak pidana dengan memberikan keterangan berkaitan lokasi, termasuk waktu dan kondisi rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso.

Sebelumnya, jajaran Polda Jatim telah membekuk tiga orang pelaku perampokan yang menjalankan aksinya di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso. Ketiganya berinisial NT, AJ, dan AS ditangkap polisi pada lokasi yang berbeda. Sementara dua pelaku lain sampai saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

[Admin/scbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here