Ketum Partai Demokrat AHY

Beritainternusa.com,Jakarta – Partai Demokrat secara resmi mendukung Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Berkenaan dengan hal itu, AHY pun mengajak calon mitra koalisinya untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan.

Seperti apa pernyataan lengkap putra Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut?

AHY sebelumnya mengatakan, tim kecil Koalisi Perubahan mendekati tahap final. Dari pertemuan intens yang dilakukan Demokrat, Partai Nasdem, dan PKS selama 6 bulan belakangan ini, maka ia menyatakan cukup bagi Demokrat memutuskan pilihan penting dan fundamental menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024.

AHY menyebutkan jika tiga partai tersebut sudah satu pandangan untuk mendukung Anies sebagai Capres.

Adapun terkait bakal Capres, sudah ada kesamaan cara pandang dari ketiga partai untuk mengusung Anies Baswedan pada 2024,” kata AHY dalam pernyataan tertulisnya dikutip dari Tempo, Kamis (27/1/2023).

Menurutnya, Anies Baswedan merupakan sosok yang dapat memberikan perubahan dan juga perbaikan. “Bagi Demokrat, Mas Anies adalah tokoh perubahan dan perbaikan,” ujarnya.

AHY pun menyinggung terkait bakal calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Anies. Ia menghormati pilihan Nasdem untuk menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Anies. Akan tetapi ia juga menilai langkah Demokrat dan PKS yang mengajukan calon juga bagian dari aspirasi.

“Demokrat dan PKS masing-masing memiliki aspirasi kader utamanya sebagai bakal Cawapres. Sebagai aspirasi selaku calon anggota koalisi itu wajar,” jelas AHY.

Sebagai informasi, Demokrat mengusung AHY sebagai bakal Cawapres Anies sementara PKS mengusung Ahmad Heryawan alias Aher.

AHY berharap diskusi terkait bakal Cawapres tersebut tidak menghambat pembentukan koalisi. Sebab rasional saja, kata AHY, keputusan bakal Capres dan Cawapres merupakan keputusan bersama, apalagi asas koalisi ini kesetaraan.

Jangan sampai faktor penentuan bakal Cawapres ini justru menjadi hal yang menghambat bagi terbentuknya Koalisi Perubahan. Untuk itu, Demokrat akan mengajak PKS agar menyerahkan keputusan bakal Cawapres kepada bakal Capres yang kita usung. Dengan demikian, tiga partai memiliki kesetaraan yang sama dalam koalisi,” papar AHY.

AHY menilai bakal Capres Anies Baswedan akan independen tanpa intervensi dari pihak manapun dalam menentukan bakal Cawapresnya di Pemilu 2024 mendatang. “Sehingga pasangan ini akan harmonis dan saling melengkapi ketika kelak mendapatkan amanah untuk menjalankan roda pemerintahan. Bukan ‘kawin paksa’,” tegasnya.

Seperti diketahui, kata AHY, kalau Nasdem sebagai partai pengusung Capres Anies Baswedan memberikan kuasa pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu menentukan bakal Cawapresnya.

AHY tidak mempermasalahkan kriteria Cawapres yang sempat diungkap Anies, mulai dari paling berkontribusi pada pemenangan hingga berkontribusi pada stabilitas koalisi. “Terkait kriteria bakal Cawapres, secara prinsip tidak ada masalah bagi kami. Itu haknya bakal Capres,” kata AHY.

AHY pun mengajak calon mitra koalisi, PKS dan Nasdem untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan. Menurutnya, keberadaan Sekretariat Perubahan jadi bukti keseriusan dan komitmen Partai Demokrat untuk mewujudkan Koalisi Perubahan.

Ia menegaskan, jika koalisi yang terbentuk antara Demokrat, PKS, dan Nasdem ada tujuannya, yakni bukan untuk politik transaksional dan pragmatisme. Ia menjelaskan, terbentuknya Koalisi Perubahan juga bertujuan untuk menyongsong perubahan sebagaimana yang diinginkan oleh bangsa.

Koalisi Demokrat, PKS, dan Nasdem dipersatukan oleh visi dan semangat yang sama, senasib dan seperjuangan, untuk mengemban amanah rakyat yang menginginkan perubahan dan perbaikan pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata AHY.

[Admin/itbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here