JLS

Beritainternusa.com, Pacitan – Penyelesaian proyek pembangunan jalan lintas selatan (JLS) dipertanyakan oleh para anggota DPRD Pacitan.

Pasalnya, jalan yang menyisir pantai selatan (pansela) dari Pacitan-Wonogiri-Jogjakarta itu belum juga tersambung. Total panjangnya 120,8 kilometer (km). Akses putus di Gunung Kidul.

Jalur tersebut sangat dibutuhkan untuk mengurangi disparitas pengembangan pariwisata dan ekonomi antara Jogjakarta dengan Pacitan. Permintaan itu disampaikan Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono kepada komisi V DPR RI pekan lalu. Harapan kami minimal dari bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo hingga Pacitan itu terkoneksi,’’ katanya, Senin (5/12/2022).

Saat ini jalan Pansela yang sudah rampung pengerjaan fisiknya baru separo. Yakni sekitar 53,80 persen atau setara 337,66 km terbentang dari Pacitan hingga Kedungsalam, Malang (lot 9).

Sedangkan sisanya sepanjang 289,91 km terbentang dari Malang hingga Banyuwangi. Sementara untuk ruas JLS di Gunung Kidul belum tersambung semua.

Saking vitalnya jalur itu bagi daerah di pesisir selatan Jawa, dia berharap para anggota DPR RI bisa mendorong pemerintah untuk menjadikan proyek tersebut sebagai program prioritas nasional.

Misalnya ke Pacitan, karena di sini tidak punya bandara dan stasiun, jadi satu-satunya akses hanya jalur darat,’’ ujar politisi Partai Demokrat itu.

Dalam kunjungan kerjanya ke Senayan, Ronny juga menyampaikan tentang dampak abrasi di Pantai Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo.

Dia berharap ada dukungan dari DPR RI ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menangani dampak tersebut. ‘’Karena kalau tidak cepat ditangani bisa mengancam JLS,’’ terangnya.

[Admin/rmbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here