Patung bergambarkan pembantaian kejam oleh pasukan PKI terhadap para kiai dan tokoh masyarakat didirikan oleh Pemkab Wonogiri di kawasan Hutan Trawas.

Beritainternusa.com,Pacitan – Nama KH Hamid Dimyati begitu harum bagi masyarakat Pacitan. Jasanya amat besar sebagai tokoh pergerakan ketika pemberontakan PKI 1948 meletus.

Dia bersama dengan para santri dan pemimpin pondok pesantren lainnya di Magetan dan Ponorogo menentang pergerakan PKI. Hingga akhirnya, salah seorang anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) itu meninggal dibantai oleh pasukan PKI dan dimasukkan ke dalam sumur seusai tertangkap di Wonogiri ketika dalam perjalanan menuju ke Jogjakarta sekitar 74 tahun silam.

Kini, nama KH Hamid Dimyati yang pernah menjadi pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas, Arjosari tersebut diabadikan menjadi nama jalan oleh Pemkab Pacitan.

Jasadnya sekarang disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti Jurug Surakarta setelah dipindah dari kawasan Hutan Trawas, Dusun Ngerjo, Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan selain telah diabadikan sebagai nama jalan, pemkab berencana mengusulkan KH Hamid Dimyati sebagai pahlawan nasional. Saat ini, pihaknya secara bertahap tengah memproses usulan status pahlawan bagi mantan Pimpinan Masyumi Pacitan itu.

Jadi, sangat pas. Karena beliau adalah salah seorang putra terbaik Pacitan yang gigih mempertahankan kemerdekaan,” katanya, Minggu (13/11/2022).

Dia menyakini momentum Hari Pahlawan bakal menjadi waktu yang pas untuk menyampaikan usulan tersebut ke pemerintah pusat. Di samping itu, usulan sebagai pahlawan nasional menjadi penghormatan terbaik bagi masyarakat Pacitan kepada KH Hamid Dimyati.

Pemkab bersama ahli waris melalui Gubernur Jatim akan mengusulkan beliau sebagai tokoh pahlawan nasional,” ujar mantan Ketua DPRD Pacitan itu.

Aji mengungkapkan usulan status pahlawan nasional itu akan disampaikan melalui Pemprov Jatim. Sebelumnya, pemkab juga telah mengumpulkan berbagai literasi mengenai jasa KH Hamid Dimyati semasa hidup dan melakukan sejumlah kajian berikut pengumpulan bukti-bukti.

Hasil itu selanjutnya akan dikaji ulang oleh pemprov sebelum disampaikan ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) untuk diteliti dan ditetapkan oleh presiden.

Nanti perwakilan dari pemkab akan paparan ke pemprov. Dan, selanjutnya akan diteruskan pemprov ke Kemensesneg. Semoga dalam waktu dekat bisa kami mulai paparannya,” terangnya.

Aji lantas berharap kepada para generasi muda saat ini untuk bisa meneladani sikap perjuangan dari KH Hamid Dimyati. Pihaknya optimistis gelar pahlawan nasional bisa diraih oleh KH Hamid Dimyati kendari terdapat nama-nama calon pahlawan lain dari berbagai daerah.

Bersama kita perkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan amanat dari para pendahulu,” ujarnya.

[Admin/rmbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here