Beritainternusa.com,BantenPolda Banten berhasil mengungkap kasus judi online di wilayah hukum Polda Banten. Sebanyak 39 kasus perjudian baik itu judi online ataupun konvensiona berhasil diungkap dalam kurun waktu kurang dari dua minggu.

Terhitung sejak tanggal 13-24 Agustus 2022 dengan mengamankan sebanyak 89 tersangka. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan dari kasus tersebut ada kasus besar yang berhasil diungkap Polda Banten bersama Polresta Tangerang.

Tim penyidik menemukan hal baru yang tidak lazim dengan judi online yang ditemukan di Tangerang.

Perjudian online dikamuflasekan dengan menggunakan perusahaan jasa periklanan berbentuk perseroan terbatas,” ujarnya kepada awak media saat di Mapolda Banten, Kamis (25/8/2022).

Perusahaan tersebut yaitu PT. Media Ragam Usaha dan PT. Patriot Siber Perkasa yang beralamat di Ruko Perum Citra Raya, Panongan. Serta menjalankan operasinya di Perumahan di Kompleks Taman Puspa Perum Citra Raya Cikupa dan Apartemen Modern Land, Kota Tangerang.

Perusahaan tersebut membuka 50 website yang ternyata digunakan bukan untuk promo jasa periklanan, namun untuk beragam slot judi online,” katanya.

Dalam kasus tersebut, Tim Penyidik berhasil menangkap RM alias Ningsih (26). Diketahui Ningsih merupakan komisaris sekaligus koordinator pada perusahaan tersebut. Ningsih berperan sebagai bendahara yang mengumpulkan setoran harian dari para leader.

Selain Ningsih, dua orang leader serta enam pegawai lainnya juga telah berhasil diamankan oleh tim penyidik.

Jadi di bawah nya RM ini ada leader, dan di bawahnya leader ada marketing dan karyawan,” katanya. Sementara di atas RM ada dua orang lainnya yang berperan sebagai Direktur atau Bandar.

Di mana dua orang tersebut, kata Shinto, saat ini, menjadi tujuan pengembangan dan telah diketahui identitasnya.

Berdasarkan pengakuan dari tersangka RM atau Ningsih, dirinya telah menjalankan tugas sebagai Komisaris judi online sejak 2021.

Dari 50 website judi yang dioperasikan, omzet harian yang diperoleh mencapai Rp 3,9 miliar.

Omzetnya bukan kaleng-kaleng tapi siginifikan mencapai hingga Rp 3,9 milar per hari,” katanya.

Oleh karena itu, untuk mengungkap lebih dalam ke mana saja uang tersebut. Polda Banten akan melibatan peran PPATK untuk dapat mentracing harta kekayaan hasil kejahatan mereka.

Dari sindikasi judi online tersangka RM alias Ningsih, Tim penyidik berhasil mengamankan uang sebesar Rp 931 juta serta sejumlah alat bukti lainnya.

Atas kasus itu dan Polda Banten juga akan segera berkooordinasi untuk mengirimkan surat ke Kemenkominfo. Supaya bisa memblokir website-website judi online yang dijalankan oleh para sindikat judi online tersebut.

Sedangkan pasal yang disangkakan kepada para tersangka yakni Pasal 303 KUHP tentang Perjudian.

Serta persangkaan pasal tindak pidana pencucian uang, dengan fakta penyitaan uang hasil kejahatan judi yang jumlahnya cukup besar.

Dengan kemajuan teknologi segala bentuk perjudian yang menggunakan alat bantu jaringan internet,” kata Shinto.

Tentu saja ada UU ITE, sehingga kita bisa pasang dua hal ini yaitu KUHP undang-undang ITE untuk lebih jauh ancaman kumulatif bisa 15 tahun penjara,” ungkapnya.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here