Simulasi pemilu bagi penyandang disabilitas

Beritainternusa.com,Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) memprediksi para oligarki juga akan menggunakan instrumen yang sama dalam memenangkan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di tahun 2024.

Oleh karena itu, PB PMII menyerukan agar rakyat jangan memilih capres dan cawapres hasil desain oligarki pada Pemilu 2024.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM, Hasnu berharap rakyat Indonesia cerdas dan tidak memilih presiden yang mempunyai kepentingan agar aturan berpihak kepada kepentingan bisnisnya saja.

Rakyat Indonesia harap cerdas dalam memilih capres dan cawapres di Pilpres 2024. Jangan mendukung capres-cawapres hasil desain oligarki,” ujar Hasnu seperti dikutip dari Tribunnews, Senin (27/6/2022).

Dijelaskannya, calon presiden dan calon wakil presiden yang muncul di Pilpres 2024 tidak akan bisa mewujudkan janji-janji politik selama oligarki yang mengusung. Oleh karena itu, rakyat harusnya tidak heran bila janji-janji manis untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat yang diucapkannya dalam kampanye politik tidak akan pernah terwujud.

Sebab, yang membiayai proses munculnya pasangan calon adalah oligarki,” ujar Hasnu.

Ia melanjutkan, dalam praktiknya oligarki ini yang mengatur kebijakan dan kekuasaan agar berpihak kepada kepentingan bisnisnya.

Sementara itu, oligarki yang mendesain dan membiayai paslon tersebut adalah bagian dari penikmat uang rente dari keuntungan impor, bisnis tambang, dan energi kotor di Indonesia.

Menurut Hasnu, rakyat berhak menolak capres-cawapres oligarki. Kemudian, rakyat berhak juga agar menentukan pilihannya guna mendukung capres-cawapres yang mempunyai integritas, kapabilitas, elektabilitas, dan spritualitas.

Rakyat jangan pernah terpengaruh dengan polesan sejumlah lembaga survei yang diduga hasil bayaran para oligarki untuk menaikkan popularitas tokoh tertentu. Maka dari itu, penting sekali agar publik mencari tahu terkait rekam jejaknya,” ucap Hasnu.

Ia menegaskan, rakyat harus sadar bahwa Pemilu 2024 itu pesta rakyat, bukan pesta pora para oligarki dalam membajak hak publik, serta mengeruk sumber daya rakyat dan negara. Oligarki itu, kata Hasnu, ancaman terbesar terhadap kelangsungan sistem demokrasi.

Dalam teorinya, oligarki itu segelintir orang yang bisa mengendalikan kekuasaan, bisa mengatur dan mengkondisikan situasi politik, seperti dalang yang mengatur wayang.

Demokrasi yang mahal kerap memerlukan oligarki. Oligarki mempengaruhi aktor politik, partai politik, bahkan sistem politik. Modus operandi oligarki yaitu fasilitasi rekrutmen politik, fase koalisi politik, fase elektoral, pembentukan pemerintahan, hingga pembuatan kebijakan,” ungkap Hasnu.

Ia mengatakan, publik harus berkaca dari Pilpres 2019 kemarin, banyak oligarki yang bermain.

Alasannya sederhana, para oligarki tersebut mempunyai kepentingan di sektor bisnis terutama tambang, energi kotor, dan impor di Indonesia.

Hasnu berpandangan, di tahun 2024 itu para oligarki juga akan menggunakan instrumen yang sama dalam memenangkan calon presiden dan wakil presiden demi mengamankan relasi bisnisnya.

Hasnu mengungkapkan, cara kerja oligarki lewat produk kebijakan itu seperti Omnibus Law Cipta Kerja 2020, di mana mulai dari panja, satgas terhubung dengan bisnis pertambangan dan energi kotor.

Kasus lain, ungkap Hasnu, skandal korupsi minyak goreng (CPO) di Kementerian Perdagangan yang sudah ditetapkannya beberapa tersangka oleh Kejaksaan Agung dan kasus tersebut sedang dikembangkan pasca pemeriksaan mantan Mendag M Lutfi.

Hasnu mengatakan, baru-baru ini publik dikagetkan dengan skandal kasus GoTo yang disebut-sebut bahwa ada dugaan nepotisme dan konflik kepentingan dengan memanfaatkan kebijakan, agar Telkom sebagai anak perusahaan BUMN melakukan investasi di perusahaan GoTo senilai Rp 6,5 miliar.

Melihat buruknya praktik oligarki melalui kebijakan dan memfasilitasi rekrutmen kandidat capres-cawapres, maka rakyat berhak menolaknya. Pemilu 2024 adalah pemilu rakyat. Tolak capres-cawapres oligarki. Cara menumbangkan rezim oligarki di Pilpres 2024 yakni hanya persatuan rakyat,” pungkas Hasnu.

[Admin/itbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here