Roy Suryo

Beritainternusa.com,Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena postingan meme stupa Candi Borobudur yang dianggap telah melecehkan umat Buddha. Ada tiga kata dalam cuitan Roy yang dianggap telah melecehkan, yaitu kata ‘hehehe’, ‘lucu’, dan ‘ambyar’.

Dalam hal ini Roy membantah tiga kata dalam cuitannya itu untuk ditunjukkan kepada stupa Candi Borobudur.

Yang pertama mengenai ‘lucu’ itu ditunjukkan kepada netizen yang memposting meme. Karena netizen memposting itu, Roy lantas menanggapinya dengan ‘ambyar’,” kata pengacara Roy Suryo, Pitra Romadoni, saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

Pitra menegaskan kliennya tidak pernah berniat menghina Candi Borobudur. Dia menyebut pelapor salah menafsirkan cuitan dari Roy Suryo.

Jadi jelas kata ‘lucu’ itu bukan untuk meme stupa tersebut, tapi postingan netizen tersebut yang menurut Mas Roy ambyar. Ini pelapor salah paham dalam menafsirkannya,” tutur Pitra.

Menurutnya, Roy Suryo ingin memberikan informasi adanya pihak yang telah mengubah gambar stupa di Candi Borobudur. Dia menyebut semestinya pihak yang membuat meme itu yang dilaporkan ke polisi.

Beliau sudah menyampaikan dalam caption-nya bahwa patung tersebut sudah diubah oleh netizen, jelas beliau memberitahukan itu,” ujar Pitra.

Mestinya pelapor-pelapor ini terima kasih kepada Mas Roy karena memberitahukan adanya hal tersebut. Justru yang harusnya dilaporkan itu adalah orang pertama yang upload, kedua dan ketiga. Dan hal tersebut juga sudah ramai sebelum di-retweet oleh Mas Roy,” sambungnya.

Mantan Menpora Roy Suryo dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait unggahannya soal meme Candi Borobudur. Pelapor menilai ada kalimat yang ditulis Roy dan dianggap telah melecehkan umat Buddha.

Ada kata-kata yang sangat menyinggung kami sebagai Umat Buddha, kata-kata yang dicantumkan terlapor adalah mengubah ikonik Borobudur. Kalimat yang dia tambahkan adalah ‘lucu, hehehe, ambyar’. Itu bahasa yang betul-betul melecehkan,” kata pelapor, Herna Sutana, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Menurut Herna, Roy Suryo diyakini mengetahui soal simbol agama yang melekat pada Candi Borobudur. Namun, secara sadar Roy Suryo menambahkan kalimat yang dinilai pihaknya telah menyakiti umat Buddha.

Dia tahu bahwa itu yang diedit itu simbol agama yang sangat sakral, dia tahu itu diubah tapi itu ditertawakan. Itulah bahasanya yang membuat kami bereaksi. Itu simbol agama kami dibuat seperti itu terus ditertawakan, dilecehkan karena itu kami bersikap membawa ini ke ranah hukum,” jelas Herna.

Selain itu Herna menyebut laporan dari pihaknya hari ini murni atas keresahan umat Buddha yang merasa telah dilecehkan oleh Roy Suryo. Dia membantah laporannya ini akibat adanya provokasi dari pihak lain.

Kami tidak campur adukkan dengan masalah hal-hal lain. Terkait ada buzzer yang provokasi kami tidak masuk ke ranah sana. Ini murni kami lakukan sebagai umat Buddha yang kami perjuangkan kehormatan, harga diri, marwah agama kami yang dilecehkan,” jelas Herna.

Herna pun angkat bicara soal permintaan maaf dari Roy Suryo dan klaim terlapor yang telah menghapus unggahan meme Candi Borobudur di media sosialnya.

Menghapus itu bukan berarti masalah selesai. Kalau yang bersangkutan minta maaf ini bukan kami yang memutuskan. Kalau kita bicara patung Buddha itu simbol agama umat Buddha seluruh dunia. Kami serahkan itu kepada proses hukum,” tutur Herna.

Laporan dari Herna kini telah diterima di Polda Metro Jaya. Roy Suryo dilaporkan atas Pasal 156 A, 28 A ayat 2 dan Pasal 45 Ayat 2 UU ITE.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/3042/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya. Laporan itu bakal ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

[Admin/dtbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here