Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto dihalaman kabupaten

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Kabupaten Gunungkidul merayakan Hari Jadi yang ke-191 pada 27 Mei 2022 hari ini.

Tema dan pesan khusus digaungkan pada peringatan kali ini, dengan harapan Bumi Handayani bisa kembali bangkit setelah berhadapan dengan pandemi COVID-19.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan Kridhaning Makarya menjadi tema besar pada peringatan hari jadi tahun ini. Secara harfiah tema ini memiliki arti Semangat Kerja.

Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat bersama bekerja keras membangun Gunungkidul yang lebih baik,” kata Heri, Kamis (26/05/2022).

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sunaryanta-Heri Susanto kini sudah setahun lebih memimpin Gunungkidul. Berbagai prestasi gemilang pun berhasil diraih meski masih dalam suasana sulit karena pandemi.

Salah satu yang cukup menonjol adalah predikat Desa Wisata Terbaik di dunia versi UNWTO yang diberikan pada Desa Nglanggeran, Patuk. Nglanggeran kini jadi tolak ukur bagi desa lain tentang pengelolaan wisata berbasis masyarakat.

Prestasi ini sejalan dengan visi-misi yang diemban pasangan pemimpin ini, yaitu tentang Ekonomi Kerakyatan, Investasi, dan Pariwisata.

Hingga kini kami terus menjalankan berbagai program untuk pembangunan infrastruktur layanan publik, pendukung pariwisata, hingga investasi,” jelas Heri. Pemerataan terus dilakukan agar pariwisata Gunungkidul tidak hanya berkembang di zona selatan.

Zona utara pun kini diupayakan agar ikut berkembang dan turut mencicipi pertumbuhan ekonomi.

Jika di sisi selatan sudah tersedia Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), maka di sisi utara kini telah terbangun akses Jalan Tawang-Ngalang. Jalan ini diharapkan menumbuhkan geliat destinasi wisata di Zona Utara. Heri mengatakan dukungan pemerataan tak sekadar dari akses.

Infrastruktur pendukung lainnya pun turut dibangun, mulai dari penginapan, hotel, rumah makan, rest area, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya.

Ini jadi upaya kami agar destinasi wisata lain juga ikut berkembang dan Gunungkidul semakin dikenal,” katanya. Pembangunan ini tak lepas dari program investasi yang diusung.

Menurut data, realisasi investasi Gunungkidul selama 2021 lalu mencapai 108,05 persen alias senilai Rp 282 miliar dari target Rp 261 miliar. Investasi yang masuk pun menyasar kesegala sektor, tak hanya pariwisata.

Antara lain kesehatan untuk meningkatkan kualitas fasilitas yang ada hingga peternakan, yang menjadi salah satu sektor unggulan di Gunungkidul.

Berbagai kemudahan kami berikan pada investor yang hendak menanamkan modalnya di Gunungkidul, tentunya sesuai aturan yang berlaku,” kata Heri. Berbagai upaya yang dilakukan kini sudah menunjukkan hasil.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekonomi Gunungkidul di 2021 mampu tumbuh 5,22 persen, tertinggi kedua di DIY setelah Sleman.

Kepala BPS Gunungkidul Rintang Awan Eltribakti mengatakan sektor pariwisata menyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 18,37 persen. Meski begitu, ia menilai sektor pertanian tetap yang paling potensial untuk dikembangkan.

Sebab pertanian menyumbang struktur ekonomi Gunungkidul hingga 23,59 persen, di mana warganya sebagian besar bekerja sebagai petani,” kata Eltri.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul kini juga gencar mengupayakan pemerataan jaringan internet.

Upaya tanpa henti dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul.

Kepala Diskominfo Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan saat ini sebagian besar kalurahan sudah terkoneksi jaringan internet.

Capaian ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang membantu pemerataan jaringan komunikasi di wilayah ini.

Komunikasi secara gencar terus kami lakukan agar seluruh wilayah di Gunungkidul bisa terkoneksi dengan internet,” kata Wahyu. Belum lama ini, jaringan internet diresmikan di kawasan Pantai Wediombo, Girisubo.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta pun hadir meresmikan langsung pengoperasian jaringan internet tersebut.

Ia mengatakan sudah jadi keinginan besarnya agar seluruh wilayah Gunungkidul tersentuh jaringan internet yang memadai. Sebab kemudahan akses komunikasi dibutuhkan baik bagi wisatawan maupun masyarakat.

Kehadiran internet diharapkan tak hanya memudahkan wisatawan, tapi juga mendukung transformasi digital di masyarakat secara keseluruhan,” kata Sunaryanta

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here