Suasana salah satu tempat wisata di Gunungkidul

Beritainternusa.com,Gunungkidul Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul melaporkan ekonomi wilayah ini tumbuh hingga 5,22 persen pada 2021 lalu. Angka tersebut naik signifikan dibanding pertumbuhan ekonomi di 2020 yang hanya sekitar – 0,69

Kepala BPS Gunungkidul, Rintang Awan Eltribakti Umbas mengatakan pertumbuhan ini banyak dipengaruhi oleh sektor pariwisata, setelah adanya kelonggaran terhadap mobilitas masyarakat. Pariwisata masuk dalam sektor Jasa Lainnya yang menyumbang struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Gunungkidul.

Dia mengungkapkan seperti diketahui pertengahan tahun 2021, pandemi COVID-19 memasuki gelombang kedua dengan angka penderita yang luar biasa. Kondisi tersebut memaksa pemerintah memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Kasus harian meningkat tajam di 2021 dan turun titik terendah di akhir 2021. Kemudian ada pelonggaran PPKM dari pemerintah sehingga membuat pergerakan masyarakat turun drastis. Dan angka minus di semua sektor pada triwulan 1, 2 dan terus meningkat di triwulan ke empat.

Akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Gunungkidul -0,69 persen. Dan di Triwulan II 2021 meningkat drastis namun karena ada gelombang kedua covid 19 lagi maka sempat ada penurunan 2021 meski akhirnya terus meningkat di akhir 2021.

Belanja dan kebutuhan pemerintah meningkat signifikan, realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri meningkat, dan kunjungan wisatawan juga naik signifikan. Sektor pariwisata menyumbang 3,34 persen pada PDRB Gunungkidul, namun pertumbuhannya paling tinggi pada 2021 lalu.

Sektor pariwisata menyumbang pertumbuhan PDRB Gunungkidul paling tinggi hingga 18,37 persen. Sedangkan di posisi kedua ada sektor informasi dan komunikasi (Infokom) yang menyumbang pertumbuhan sebesar 16,87 persen,”tambahnya.

Eltri menjelaskan, dominasi sektor pariwisata pada pertumbuhan ekonomi Gunungkidul sangat dipengaruhi oleh kebijakan PPKM. Sebab sejak pembatasan dilonggarkan, mobilitas masyarakat meningkat sehingga berdampak pada kunjungan wisata.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi dari sektor ini hampir menyamai dengan 2019 yaitu sebelum pandemi. Di samping itu? sektor infokom berpengaruh cukup besar pada pertumbuhan ekonomi Gunungkidul.

Sebab selama pandemi sektor ini jadi yang paling ‘seksi’ karena kebutuhannya juga meningkat seiring dengan infrastrukturnya yang kian membaik,”paparnya

Adapun kontributor terbesar pada struktur PDRB Gunungkidul berasal dari sektor pertanian. Namun justru pertumbuhan ekonominya termasuk yang paling rendah. Pertanian menyumbang struktur PDRB hingga 23,59 persen, tapi pertumbuhannya hanya 0,76 persen.

Meski pertumbuhannya paling rendah, ia menyebut sektor pertanian masih paling potensial untuk nilai tambah PDRB Gunungkidul. Apalagi penduduk yang bekerja di sektor ini mencapai lebih dari 60 persen.

[Admin/kprbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here