Beritainternusa.com,Jakarta – Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai aksi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang mendukung Jokowi 3 periode di Silatnas Desa 2022 dimobilisasi elite politik tertentu agar terkesan mendapat dukungan masyarakat.
Secara politik itu dimobilisasi untuk dukungan 3 periode. Elite akan kondisikan, kelas menengah dikondisikan, termasuk grass root, termasuk kades dikondisikan. Seolah-olah mendukung, rakyat pasti mendukung, maka Jokowi berhak untuk 3 periode,” sebut Ujang ketika dihubungi, Kamis (31/3/2022).
Ia menegaskan bahwa para kepala desa (kades) tidak boleh berpolitik praktis karena masih tergolong pejabat pemerintahan.
Kan, tidak boleh kades dukung-dukung politik itu. Makanya mestinya pemerintah beri keteladanan yang baik,” tegas dia.
Ujang juga meminta Jokowi menyatakan sikap lebih tegas terkait penolakan amandemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden 3 periode.
Jokowi, ya, jadi seorang negarawan saja, 2 periode cukup. Katakan pada rakyat tidak akan mengamandemen sehingga saya cukup 2 periode. Itu saja baru jelas. Baru clear,” kata Ujang.
Tetapi kalau selama belum ditekankan seperti itu, maka kemungkinan tiga periode akan dijalankan skenarionya,” sambungnya.
Begitu pula dengan para menteri yang seharusnya fokus pada tugas dan fungsinya dalam kementerian. Mereka diimbau tidak justru sibuk menyuarakan dukungan Jokowi 3 periode.
Para menteri itu jangan bermain politik pragmatis sesaat sehingga memobilisasi menggunakan kades seolah-olah mendapatkan dukungan. Ini berbahaya,” tandas dia.
[Admin/kprbin]