Beritainternusa.com,Jakarta – Kasus pengeroyokan Ketua DPP KNPI Haris Pertama masih terus berlanjut. Pengejaran terhadap eksekutor lapangan yang mengeroyok Haris Pertama kini telah lengkap setelah DPO menyerahkan diri ke polisi.

Yang mengejutkan, polisi memanggil politikus senior Golkar, Azis Samual di kasus tersebut. Azis Samual akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Pemeriksaan Azis Samual ini membuat Haris Pertama bertanya-tanya. Haris merasa bingung apa kaitannya Azis Samual dengan semua ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya panggilan terhadap Azis Samual ini. Azis Samual diperiksa hari ini di Polda Metro Jaya.

Iya benar, informasinya Saudara AS,” kata Zulpan saat dihubungi awak media, Senin (28/2/2022).

Zulpan mengatakan Azis Samual diperiksa sebagai saksi, hari ini, Selasa (1/3/2022) di Polda Metro Jaya. Zulpan mengatakan pemeriksaan terhadap Azis Samual dilakukan karena ada keterangan dari para tersangka yang sudah diamankan polisi sebelumnya.

Hasil riksa para tersangka memerlukan yang bersangkutan dihadirkan untuk diperiksa,” jelas Zulpan.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan pemanggilan terhadap Azis Samual memiliki keterkaitan dengan kasus pengeroyokan terhadap Haris Pertama. Azis Samual dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi.

Yang pasti kalau dia dipanggil sebagai saksi. Dengan kapasitas saksi sebagai orang yang begini…begini secara KUHAP, berarti ada kaitannya,” ujar Kombes Tubagus saat dihubungi wartawan, Selasa (28/2/2022).

Hanya saja, Tubagus tidak menjelaskan apakah pemeriksaan Azis Samual ini mengerucut kepada dalang pengeroyokan yang saat ini didalami polisi.

Itu masih penyidikannya yang jelas, dia dibutuhkan keterangan saksi. Nanti keterangan lebih lanjutnya,” imbuhnya.

Terseretnya Azis Samual di kasus pengeroyokan ini membuat Haris Pertama bingung. Haris Pertama merasa tidak pernah punya masalah secara pribadi dengan Azis Samual.

Saya tidak pernah punya masalah dengan Azis Samual, saya bingung ini. Maksud saya semua tersangka bermarga Samual, rata-rata. Tiba-tiba muncul nama–mungkin hasil penyelidikan–Azis Samual, saya jadi bingung apa salah saya sama Azis Samual? Utang piutang tidak ada,” kata Haris saat dihubungi, Senin (28/2/2022).

Haris mengaku dirinya tidak mengenal secara pribadi sosok Azis Samual. Terlebih, Haris Pertama mengaku baru tahu apabila Azis Samual sama-sama dari Golkar.

Saya baru tahu Azis Samual itu, saya nggak pernah ketemu muka dengan Azis, salaman nggak pernah. Ini kata teman-teman, Azis Samual ini satu partai sama saya di Golkar,” kata Haris.

Haris Pertama pun mempertanyakan kaitan Azis Samual di kasus pengeroyokan tersebut. Haris Pertama mengatakan, jika betul Azis Samual terlibat di kasus pengeroyokan terhadapnya itu, ia berkeyakinan masih ada aktor di atasnya lagi.

Apa hubungannya, gitu? Masa dia tega sesama partai melakukan hal seperti ini? Saya yakin di atas Azis ada lagi, kalau seandainya Azis benar-benar terindikasi oleh kepolisian sebagai salah satu yang terlibat,” lanjutnya.

Polisi kembali mengamankan satu buron pelaku pengeroyokan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama. Dengan demikian, dua buron terkait pengeroyokan polisi sudah ditangkap semua.

Yang buron satu orang lagi, sudah menyerahkan diri semalam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Senin (28/2/2022).

Satu tersangka yang ditangkap tersebut bernama Harvi alias Avice. Sebelumnya, tersangka Irvan alias Iwan sudah menyerahkan diri ke polisi.

Dengan demikian, total kini sudah lima tersangka pengeroyok Hari Pertama diamankan polisi. Saat ini polisi masih mendalami keterangan para tersangka untuk menggali motif pengeroyokan.

Sebelumnya, tiga tersangka telah ditangkap lebih dulu. Adapun tiga tersangka lainnya yang sudah ditangkap:

1. NS alias Bram, ini lahir di Ambon, kelahiran tahun 1978
2. JT alias Johar, lahir di Ambon, kelahiran tahun 1979
3. SS, lahir di Ambon, kelahiran tahun 1951

Pengeroyokan terhadap Haris Pertama terjadi di depan Restoran Garuda, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (22/2). Tiga tersangka yakni NS, JT dan SS ini ditangkap dalam tempo kurang dari 1×24 jam, sedangkan dua eksekutor Harvi dan Irfan menyerahkan diri.

[Admin/dt]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here