Beritainternusa.com,Tangerang – Ratusan Kepala Keluarga (KK) Warga Kampung Gaga, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, hanya bisa pasrah meratapi kondisinya selama tiga bulan terakhir, pasalnya kawasan permukiman mereka hingga saat ini masih direndam banjir.
Sudah tiga bulan kami dalam kondisi seperti ini, terkurung banjir berbulan-bulan,” kata Asmah (50), Ibu rumah tangga, warga Kampung Gaga, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/2/2022).
Dia menjelaskan, sejak banjir mengurung permukiman warga, aktivitas warga di kampung itu menjadi terbatas. Sementara kondisi kesehatan warga saat ini sudah mulai terganggu imbas kondisi genangan air yang tidak surut.
Gimana mau sehat tinggal di lingkungan seperti ini sementara kami perlu beraktivitas. Setiap hari melewati genangan air yang enggak surut. Gatal-gatal, penyakit kulit lain mulai saya dan warga lainnya rasakan,” jelas dia.
Namun disayangkan, perhatian pemerintah terhadap kondisi warga juga sangat minim. Padahal dengan kondisi banjir berbulan-bulan ini, warga sudah sangat tidak nyaman tinggal di kawasan ini.
Baru-baru banjir banyak pada datang, sekarang enggak ada yang memerhatikan lagi. Saat ini kami sangat butuh pelayanan kesehatan, pernah sekali berobat, ini kaki pada gatal kalau malam. Nggak pernah ada yang datang dari pemerintah daerah. Ada juga dari desa, cuma keliling doang. Ada juga dari ABRI ngasih sembako bulan kemarin,” kata dia.
Camat Teluknaga, Zamzam Manohara mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk mencari solusi penanganan banjir di Kampung Gaga tersebut. Sementara pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, pihaknya akan mendirikan posko kesehatan di lokasi banjir.
Segera kita bangun posko kesehatan di lokasi dan saat ini kami sedang berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada untuk mencari solusi dampak dan penanganan genangan,” kata dia.
Sebagai pimpinan wilayah, dia pun seperti telah kehabisan akal untuk menyelesaikan persoalan banjir berbulan-bulan di wilayah kerjanya.
Sebelumnya sudah ditangani namun karena memang terlalu lama mungkin perlu pananganan lagi,” kata dia.
[Romelih/mdbin]