Pengurus DPC FSP LEM SPSI Kota Tangerang

Beritainternusa.com,Banten – Arus gelombang gerakan buruh Banten semakin menyatu sejak tanggal 6,7,8 Desember 2021 mereka tumpah ruah turun ke jalan tanpa memandang dari serikat pekerja manapun.

Pasalnya, buruh Banten sangat kecewa atas kesombongan dan keangkuhan Wahidin Halim selaku gubernur Banten , yang sama sekali tidak menunjukkan rasa empati dan simpati terhadap perjuangan buruh Banten yang tidak lain adalah rakyatnya sendiri. Sejak awal aksi sampai dengan sekarang , tidak pernah sama sekali mau menemui dan menerima aspirasi buruh.

FSP LEM SPSI yang tergabung dalam AB3 melakukan aksi hari ini Rabu 8 Desember 2021 dengan tikum di sol Marina dan sepanjang jalan dekat pabrik MMII dengan tujuan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Saat di temui wartawan ketua DPC FSP LEM SPSI Kota Tangerang bung Agus Gunawan sangat kecewa atas pernyataan  Gubernur Banten.”Ternyata WH lebih memilih menyampaikan pernyataan yang menambah luka dan kecewa para buruh Banten, yang intinya menyampaikan masih banyak buruh yang mau digaji Rp. 2,5 juta atau di bawah UMK, cari saja pekerja di pabrik yang baru yang mau digaji tidak UMK. Padahal dalam UU 13/2003 menyatakan dengan tegas Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dimaksud Pasal 89″.tegas Agus Gunawan.

Menurut Agus Gunawan, sebagai gubernur WH terkesan mendukung dan mengajarkan pelanggaran,tidak pernah menunjukkan rasa simpati sama sekali malah sengaja terkesan memancing atau memprovokasi buruh Banten untuk melakukan aksi lebih besar lagi dari sebelumnya.Sangat memprihatinkan bila seorang gubernur yang dipilih oleh rakyatnya sendiri tetapi seolah tidak pro rakyat, ini sama saja merendahkan martabat rakyatnya terutama kaum buruh.FSP LEM “Bangkit Bergerak Satu Komando … !!!!

[Romelih/bin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here