Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Kadisnakertrans dan Energi Andri Yansah menemui buruh yang tergabung dalam FSP LEM SPSI Kamis (18/11/2021)

Beritainternusa.com,Jakarta – Massa buruh menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 10 persen.

Hal ini disampaikan saat massa buruh melakukan aksi di depan Balai Kota Jakarta, Jumat (19/11/2021) kemarin.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, para buruh mengancam akan melakukan aksi mogok massal.

Jika pimpinan federasi memutuskan bahwa perlawanan harus dilakukan dengan aksi mogok massal kawan-kawan di sini siap enggak terlibat?,” tanya orator kepada massa aksi dari atas mobil komando.

Siap,” ujar massa aksi kompak.

Oratorpun kemudian meminta para peserta aksi untuk mengeratkan konsolidasi dan menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan federasi buruh.

Sebagai informasi, Gubernur Anies Baswedan sampai saat ini belum menetapkan UMP DKI untuk tahun 2022 mendatang.

Padahal, awalnya Pemprov DKI berencana mengumumkan kenaikan UMP hari Jumat (19/11/2021).

Insya Allah nanti kami sampaikan tanggal 19 November 2021,” ujar  Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah, Rabu (17/11/2021).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun enggan berkomentar soal pengumuman kenaikan UMP yang disampaikan pemerintah pusat baru-baru ini.

Sebab, Dinasnaker DKI saat ini masih sibuk membahas APBD 2022 bersama DPRD.

Saat ini kami masih rapat Badan Anggaran bersama DPRD di puncak,” ujarnya saat dikonfirmasi.

[Romelih/tb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here