Ilustrasi

Beritainternusa.com,GunungkidulAngka kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul masih terus bertambah. Berdasarkan data terbaru Polres Gunungkidul, jumlah kasus yang dilaporkan tahun ini sudah melampaui total kasus di 2020.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto menyampaikan kasus bunuh diri terakhir dilaporkan pada Senin (30/08/2021) lalu. Peristiwa terjadi di wilayah Kapanewon Playen.

Laporan tersebut menjadi kasus bunuh diri yang ke-35. Sedangkan di 2020 lalu totalnya ada 30 kasus,” kata Suryanto pada wartawan, Kamis (02/09/2021).

Tingginya angka bunuh diri tahun ini membuat pihaknya berencana memperkuat sosialisasi ke masyarakat khususnya terkait upaya pencegahan bunuh diri.

Menurut Suryanto, meski masih pandemi, sosialisasi terus diupayakan berjalan. Koordinasi dengan instansi terkait pun dilakukan guna menekan aksi bunuh diri serendah-rendahnya.

Tokoh masyarakat juga kami gandeng untuk ikut melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Adapun Polres Gunungkidul sudah berkoordinasi dengan bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul dalam penanganan bunuh diri.

Menurut Suryanto, setiap ada kejadian, pihaknya juga melapor ke sana.

Pemkab Gunungkidul sendiri memiliki tim khusus penanganan bunuh diri bernama Satuan Tugas (Satgas) Berani Hidup  namun ia menyebut pihaknya tak terlibat langsung dalam Satgas tersebut.

Kami hanya melaporkan hasil pendataan kasus yang dibutuhkan oleh Satgas,” jelas Suryanto.

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengatakan aksi bunuh diri dilakukan oleh ADS (35). Ia ditemukan sudah tewas tergantung di kandang penangkaran rusa di Kalurahan Gading tempatnya bekerja.

Berdasarkan keterangan yang diterima dari rekan kerjanya, ADS diduga nekat mengakhiri hidup karena terjerat tagihan pinjaman online namun Hajar menegaskan itu hanya menjadi salah satu faktor penyebab.

Belum bisa disimpulkan sebagai penyebab utama pelaku melakukan aksi tersebut,” katanya.

[Admin/tb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here