Operasi PPKM di Surabaya ricuh

Beritainternusa.com,Jakarta – Pemerintah menetapkan PPKM Darurat di sejumlah daerah dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Selama itu juga, pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat ditertibkan petugas.

Namun, penertiban tak berjalan mulus, ada perlawanan yang diberikan pelaku usaha kepada petugas. Berikut deretan perlawanan pelaku usaha ke petugas selama PPKM Darurat:

  1. Pedagang Pasar Klitikan Solo Nekat Jualan

Sejumlah pasar tradisional di Solo harus tutup selama PPKM Darurat, salah satunya Pasar Klitikan Notoharjo, Mojo, Pasar Kliwon. Meski pasar perlengkapan otomotif itu tutup, para pedagang masih nekat berjualan di luar pagar.

Salah satu pedagang, Mulawarman, mengatakan mereka menggeser lapak ke luar pagar akibat penutupan selama PPKM Darurat. Terlihat di pagar pasar sudah ditempeli spanduk larangan berjualan selama 3-20 Juli 2021.

Ini kan dilarang berjualan, ditutup. Kita inisiatif buka di luar saja,” kata Mulawarman kepada wartawan, Minggu (4/7/2021).

Petugas Satpol PP pun sempat mendatangi lokasi namun pedagang tidak terima jika harus dibubarkan, sehingga sempat terjadi cekcok antara pedagang dengan petugas.

Personel sampai lokasi langsung diadang massa, kekuatan kita tidak penuh karena hanya mengecek lokasi. Dengan pengadangan ini, petugas langsung kita tarik dan evaluasi,” ujar Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan.

Namun dia memastikan kejadian tersebut tidak akan terjadi lagi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menangani para pedagang yang nekat berjualan selama PPKM Darurat.

  1. Di Surabaya Ricuh Akibat Provokasi Pemilik Warkop

Operasi PPKM Darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh. Polisi menyebut kericuhan itu karena ada provokasi usai 13 warga diamankan saat terjaring operasi yustisi.

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan ke-13 warga itu terjaring operasi karena tidak memakai masker. Setelah itu polisi juga akan menindak warung kopi yang kedapatan melanggar jam buka.

Iya, rencananya mau mengamankan untuk melakukan sidang di tempat. Tapi mereka terprovokasi dan melawan petugas,” tutur Gatot kepada awak media, Senin (11/7/2021).

Saat akan menindak warung itu, lanjut Gatot, pemilik warung ternyata melawan dan terjadi perdebatan dan cekcok dengan petugas. Karena hal itu, kemudian massa mulai berkumpul dan mulai melempari petugas.

Pemilik warkop tidak terima karena warungnya akan ditindak. Sehingga cekcok dan mengundang warga lainnya keluar dan berkumpul. Karena semakin banyak mereka kemudian melempari petugas dan mobil patroli,” kata Gatot.

  1. Aliansi Pedagang Di Bandung Adakan Aksi Tolak Perpanjangan PPKM Darurat

Puluhan orang dari Aliansi Pedagang Bandung melakukan unjuk rasa di depan Pasar Baru Bandung pada Jumat (16/7/2021). Mereka mendesak agar pemerintah tak memperpanjang masa PPKM Darurat.

Koordinator aksi Ari mengatakan, PPKM Darurat ini dinilainya sangat menyengsarakan para pedagang. Ia mafhum dengan kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona, tetapi seharusnya dibarengi dengan bantuan atau bentuk kompensasi lainnya.

Walau kami mendengar isu bantuan tapi sampai detik ini belum ada kepada para pedagang, PPKM ini berdampak kepada pedagang di Kota Bandung, dampaknya berupa kemiskinan dan kelaparan yang bahkan lebih berbahaya,” ujar Ari saat dijumpai detikcom di lokasi aksi.

  1. Kantor Wali Kota Banjar Digeruduk Ratusan Pedagang

Ratusan massa menggeruduk kantor Sekretariat Daerah Kota Banjar, Jumat (16/7/2021) siang. Massa yang berasal dari aliansi muslim Kota Banjar (Almuktabar) dan keluarga besar pedagang pasar Banjar (KBPPB) protes kebijakan PPKM Darurat yang dianggap merugikan masyarakat.

Seakan kontras dengan aturan PPKM Darurat yang digariskan oleh pemerintah, aksi massa ini menimbulkan kerumunan. Mereka merangsek masuk ke halaman kantor Wali Kota Banjar dan menggelar orasi di depan pintu utama kantor yang berada di Jalan Siliwangi Kota Banjar tersebut.

Dalam orasinya mereka menuntut agar kebijakaan PPKM Darurat dihentikan. Para pedagang ingin dibebaskan kembali berjualan, tanpa ada larangan berdagang komoditas esensial atau bukan.

Selain itu sebagian massa juga menuntut agar pemerintah tidak melakukan penutupan tempat ibadah. Aksi yang mendapat pengawalan dari aparat Polres Banjar ini akhirnya memberikan kesempatan kepada 5 orang perwakilan massa untuk melakukan audiensi dengan jajaran Pemkot Banjar.

  1. Petugas Satpol PP Medan Disiram Air Panas Oleh Pedagang Kopi

Seorang pedagang kopi yang marah dan menyiram air panas untuk mengusir petugas Satpol PP saat razia PPKM Darurat di Medan dihukum. Dia dinyatakan bersalah dan didenda Rp 300 ribu.

Dalam video yang dilihat detikcom, Jumat (16/7/2021), terlihat ada seorang pria yang cekcok saat ada petugas Satpol PP dan polisi datang ke warung kopi miliknya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Video berdurasi sekitar 3 menit 21 detik tersebut tampak direkam saat malam hari. Video itu memperlihatkan petugas yang mencoba menjelaskan kepada pemilik warung soal kebijakan PPKM darurat. Petugas menyebut tempat usaha hanya boleh beroperasi hingga pukul 20.00 WIB.

Pedagang tersebut kemudian mempertanyakan aturan tersebut. Dia enggan menutup warung kopinya dan bertanya apa yang diberikan pemerintah untuk menjamin hidup dan keluarganya jika warkop itu tutup.

[Admin/dt]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here