Ketum PKB Muhaimin Iskandar

Beritainternusa.com,Jakarta – Internal PKB tengah diterpa isu muktamar luar biasa (MLB) untuk mengganti Ketua umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Suara para sesepuh pun dinanti saat kursi Cak Imin digoyang.

Isu ini bermula dari DPC PKB di Jawa Barat. Mantan Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsari alias Kang Jimmy bercerita ada gerakan untuk melaksanakan Muktamar Luar Biasa (MLB) atau kongres luar biasa versi PKB. Jimmy menyebut sudah ada komunikasi dengan petinggi PKB di tingkat pusat untuk MLB tersebut.

Namun isu MLB tersebut sama sekali tidak ditemukan di Jawa Timur. PKB Jawa Timur  justru menyebut Muktamar Bali 2019 yang menghasilkan pilihan Ketua Umum Muhaimin Iskandar sangat legitimate.

Ya kita merasa tidak apa-apa, Jawa Timur tetap solid. Jawa Timur tetap solid mendukung sepenuhnya Ketua umum hasil Muktamar Bali dalam hal ini Pak Muhaimin Iskandar. Jadi Pak Muhaimin itu super legitimate,” ujar Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi saat ditemui awak media, Senin (12/4/2021).

Terkait hal itu, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Muhammad Yusuf Chudlori menyatakan kader PKB di Jawa Tengah tetap solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Iskandar atau Cak Imin.

Itu gerakan kan di Jawa Barat, Alhamdulillah di Jawa Tengah tetap kondusif dan solid di bawah Ketua umum Cak Imin (Muhaimin Iskandar),” katanya dalam pesan singkat kepada awak media, Senin (12/4/2021).

Lalu apa kata DPW PKB Jawa Barat ? Mereka memilih bungkam.

Maaf, saya tidak bisa komentar apapun terkait hal ini. Terima kasih atensinya,” ujar Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat Sidkon Djampi saat ditemui awak media, Senin (12/4/2021) malam.

Begitu pun dengan Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda yang tak memberikan respon apapun ketika awak media mencoba konfirmasi sejak Senin dan hari Selasa (13/4). Baik melalui pesan instan mau pun telepon.

Sementara itu, Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, juga angkat bicara. Yenny ingin sesepuh PKB mengingatkan Cak Imin.

Mbak Yenny sudah mendengar berita-berita menyangkut dinamika internal PKB setelah dilangsungkannya muscab serentak tahun 2021 yang menimbulkan ketidakpuasan pengurus daerah. Dalam pandangan kami, PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi,” kata juru bicara Yenny Wahid, Imron Rosyadi Hamid, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4/2021).

Imron mengatakan pihak Yenny Wahid ingin sesepuh PKB mengingatkan Cak Imin untuk kembali ke sejarah partai. Imron menyinggung Cak Imin dan pelengseran Gus Dur terkait konflik di tubuh PKB.

Kami mengetuk kesadaran semua pihak, termasuk internal DPP, bahkan para sesepuh agar mengingatkan Muhaimin Iskandar dan lingkaran elitenya untuk kembali kepada sejarah awal berdirinya partai, termasuk sejarah masa lalu Cak Imin dalam memperlakukan Gus Dur dalam konflik PKB yang masih terus diingat warga NU,” ujar Imron.

Menurut jubir Yenny Wahid, sosok Gus Dur bukan hanya seorang pendiri PKB, tapi juga cucu pendiri NU. Imron khawatir diamnya sesepuh PKB malah terkesan melindungi Cak Imin.

Gus Dur tidak sekadar pendiri PKB, tetapi juga cucu Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu. Kami khawatir, diamnya para sesepuh akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin, yang memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh. Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal,” imbuhnya.

[Admin/dt]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here