Puskesmas Dirgahayu Kecamatan Pulau laut Utara

Beritainternusa.com , Kotabaru Kalsel – Rena Herlena sudah lebih kurang 20 tahun bertugas sebagai bidan  Desa Sebelimbimgan Kecamatan Pulau Laut Utara Kab. Kotabaru Prov. Kalimantan selatan . Akhir-akhir ini dikeluhkan masyarakat dalam memberikan pelayan kesehatan pada masyarakat desa sebelimbingan yang berpenduduk 377 KK dan 1.529 jiwa dengan mata pencaharian sebagai petani sekitar 60%.  Kekecewaan tersebut diantaranya dirasakan oleh keluarga alm. Wiji Lestari (warga rukun tetangga 03) meninggal dunia akibat sesak nafas (angin duduk). Wiji Lestari pada saat sakit pihak kelaurga beberapa kali memanggil bidan desa Rena Herlena tidak datang dengan alasan yang tidak jelas, namun Allah Swt berkehendak lain  sekitar jam 06.00 Wita Wiji Lestari berpulang kerahmatullah, kejadian tersebut sekitar 7 bulan yang lalu.

Hal serupa terjadi pada kelaurga alm. Mariatun yang meninggal dunia 17 November 2020 akibat sesak nafas (angina duduk). Pada saat Mariatun sesak nafas pihak keluarga beberapa kali memanggil bidan desa Rena Herlena tidak datang dengan alasan yang tidak jelas. Mariatun meninggal dunia 17 November 2020 pukul 06.00 Wita.

Hal serupa juga dialami  pada   keluarga mbah Kobong, kekecewaan pada petugas kesehatan bidan desa Rena Herlena beberapa kali dipanggil tidak datang terlambatnya memberikan pelayanan medis cucu mbah kobong meninggal dunia.

Lain lagi yang terjadi pada Elvan usia 4 tahun (warga rukun tetangga 04) luka bakar dikaki kejadian pada 16 Juli 2020 selesai acara lomba Posyandu atas kejadian tersebut bidan desa dipanggil beberapa kali tidak datang orang tua Elvan sangat kecewa.

Bidan Desa Sebelimbingan Rena Herlena 23/11 ketika dikonfirmasi awak media BIN melalui telpon seluler mengatakan sebagai tenaga kesehatan terdepan didesa saat ini tidak dapat maksimal memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat desa sebelimbingan karena arahan Kepala Puskesmas Dirgahayu Kotabaru.

Kepala Puskesmas Dirgahayu Kotabaru drg. Andrian Wijaya merupakan atasan langsung bidan desa diwilayah kerja ketika dikonfirmasi awak media BIN 23/11 melalui telpon seluler mengatakan apa yang dikatakan bidan desa sebelimbingan Rena Herlena tidak benar, bukan semacam itu maksud saya, ucap Andrian Wijaya.  Untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dimusim covid 19 banyak cara diantaranya melihat masyarakat yang sakit melalui video coll atau menemui masyarakat yang sedang sakit lebih menggunakan protokol kesehatan.  Andrian Wijaya mengatakan bidan desa merupakan garda terdepan tenaga medis menghadapi covid 19,  tidak sedikit tenaga medis terpapar covid 19. Namun jangan menjadi alasan covid 19 untuk tidak memeberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, ucap Andrian Wiajaya.

Bidan desa Rena Herlena yang bertugas sebagai tenaga kesehatan didesa sebelimbingan sekitar 20 tahun sudah cukup lama. Memberikan pelayan kesehatan pada masyarakat yang melahirkan pilih kasih, biaya berobat cukup tinggi (ukuran masyarakat berpendapatan sebagai petani) keluhan ini disampaikan  pada awak media BIN 23/11 bahwa sudah sepantasnya bidan desa Rena Herlena diganti. Dengan digantinya bidan desa masyarakat memastikan pelayanan kesehatan masyarakat desa sebelimbingan akan lebih baik, biaya berobat akan lebih murah, ucap masyarakat minta namanya jangan ditulis. (BHD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here