ilustrasi demo

Beritainternusa.com,Jabar – Mahasiswa se-Bandung Raya akan kembali menggelar demonstrasi besar-besaran di Bandung tepat satu tahun pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yakni 20 Oktober mendatang.

Aksi demo ini akan digelar berturut-turut selama tiga hari yakni 20-22 Oktober 2020. Ada beberapa elemen mahasiswa yang akan turun aksi dari mulai BEM kampus, Poros Revolusi Mahasiswa se-Bandung Raya (PRMD), hingga Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Bandung.

“Ya nanti kita akan bergabung dengan kolektif lainnya dengan buruh dan mahasiswa kolektif lain. Melakukan pergerakan di Bandung dan beberapa perwakilan ke Jakarta,” kata Koordinator Aksi PRMB Ilyas Ali Husni saat ditemui beberapa saat lalu.

Dia mengatakan, dalam aksi tersebut akan ada beberapa tuntutan dan sikap yang dilayangkan massa dari mahasiswa kepada pemerintah. Salah satunya meliputi penolakan Undang-undang Omnibus Law, menuntut agar pemerintah menghentikan seluruh pembahasan UU Omnibus Law dan tarik dari rancangan UU Prolegnas.

“Dan jelas itu merupakan perlawanan besar-besaran kita dengan elemen buruh, mahasiswa, pelajar, ataupun masyatakat yang tergerak,” ujarnya.

Dalam rencana aksi itu mereka juga akan mengambil sikap untuk menolak jalur yudicial review. Menurutnya, jalur yudicial review menandakan perlemahan peran dan fungsi pemerintah.

“Kami mengutuk segala bentuk pembungkaman demokrasi yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak takut terlibat dalam mengeluarkan pendapat,” kata Ilyas.

“Jelas menyatakan menolak penuh akan jalur-jalur diplomatis atau yudicial review ke MK. Jelas itu upaya reduksi gerakan, dan kami akan terus menggejolakkan massa di Bandung hingga omnibus law itu dicabut,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran juga mendengar kabar aksi besar-besaran tersebut. Dia mengatakan, momentum satu tahun kepemimpinan Presiden RI Jokowi-Ma’ruf ini akan menjadi eskalasi lanjutan dari berbagai isu yang ada.

“Apalagi rasanya di satu tahun Jokowi ini banyak sekali isu yang muncul dan membangkitkan keresahan berbagai elemen masyarakat. Kita masih dalam proses dan diskusikan juga dengan kawan-kawan (terkait keikutsertaan aksi unjuk rasa),” kata Riezal saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).

Dia berharap pada aksi unjuk rasa kali ini berjalan dengan damai dan efektif. “Esensi aksi itu bukan turun ke jalannya, tapi esensi aksi itu adalah bagaimana kita menyampaikan gagasan kita, suara kita kepada elemen-elemen yang mengartikulasikan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Riezal juga menyebut, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan buruh merupakan jalan terakhir yang ditempuh setelah melewati berbagai macam cara. “Aksi itu seyogyanya jalan terakhir dari berbagai jalan yang sudah ditempuh. Ketika mahasiswa dan berbagai elemen turun aksi, berbagai kanal informasi sudah terbatas oleh karenanya langkah ini yg mesti diambil,” ujar Riezal.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bandung juga akan turun aksi pada 20 Oktober mendatang. Koordinator Aksi M. Rafi Gariza mengaku akan ikut serta aksi di Jakarta.

“Itu adalah salah satu bentuk bahwa buruh hari ini masih konsisten dalam berjuang untuk membatalkan UU Ciptaker. Dari mahasiswa indonesia menggugat kita ikut bergerak bersama buruh, rencana kita mau ke Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, selain mahasiswa, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) juga akan kembali turun ke jalan dan melakukan aksi demontrasi di seluruh wilayah Indonesia terutama Jakarta.

“Akan gelar aksi 20, 21, 22 Oktober. Kenapa 20 Oktober, karena momentum rezim ini dilantik,” kata Ketua Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos yang juga mewakili Gebrak dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/10) seperti dikutip awak media.

20 Oktober juga menjadi momentum kelahiran Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang kini telah disahkan menjadi Undang-undang. Saat dilantik kembali menjadi presiden pada 20 Oktober 2019 lalu, Jokowi dalam pidatonya memang kali pertama menyampaikan gagasan terkait Omnibus Law Ciptaker ini.

[Admin/dt]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here