Aksi buruh dalam #Tolak Omnibuslaw di kawasan MM 2100, Cikarang, Selasa

Beritainternusa.com,Jakarta – Buruh dan mahasiswa kompak menolak omnibus law cipta kerja yang sudah disahkan DPR. Mereka menyuarakan penolakannya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal bertemu Presiden Joko Widodo pada Senin (5/10) kemarin, sebelum DPR mengesahkan RUU menjadi UU Cipta Kerja. Iqbal mengaku menyampaikan aspirasi buruh. Namun toh akhirnya UU itu sah juga.

Mewakili KSPI, Said Iqbal menyatakan ada 7 hal yang ditolak buruh dalam RUU Cipta Kerja, yakni upah minimum penuh syarat, pesangon berkurang, kontrak kerja tanpa batas waktu, outsourcing seumur hidup, baru dapat kompensasi minimal 1 tahun, waktu kerja yang berlebihan, dan hingga hak upah cuti yang hilang.

Hari Selasa (6/10), mogok dan demonstrasi berlangsung di berbagai tempat, menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. Di Surabaya, puluhan ribu buruh berkumpul di kawasan industri SIER Rungkut. Di kawasan industri Bekasi, buruh mogok kerja. Ada pul ayang menutup jalan di Rancaekek-Cileunyi Bandung, serta di Serang-Jakarta.

Said Iqbal selaku pimpinan KSPI menjelaskan bahwa tanggal 6 hingga 8 Oktober, buruh melakukan mogok nasional. Ada 2 juta buruh yang ikut, meliputi buruh kimia, energi, pertambangan, tekstil garmen, sepatu, otomotif, komponen elektronik, industri besi baja, farmasi dan kesehatan, percetakan, pariwisata, telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, logistik, dan perbankan.

Sebaran titik mogok nasional 2 juta buruh yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang Raya, Serang, Cilegon, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon, Bandung Raya, Semarang, Kendal, Jepara, Yogjakarta, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan bebebagai wilayah lainya.

Di Surabaya, Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) berdemo meminta Jokowi menerbitkan Perppu yang membatalkan UU Cipta Kerja.

Council of Global Union alias serikat buruh internasional juga menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang muncul di Indonesia. Lewat surat kepada Presiden Jokowi, mereka meminta pemerintah Jokowi mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka juga meminta pemerintah memastikan undang-undang apa pun yang akan disahkan tidak mengurangi hak dan manfaat pekerja.

Para mahasiswa juga turun ke jalan. Pada Selasa (6/10), mahasiswa berkumpul di Gedung DPRD Jawa Barat. Aksi bakar ban dan aksi teatrikal dilakukan. Mahasiswa juga menutup jalan layang Pasupati Kota Bandung.

Di kawasan Gedung DPRD Jawa Barat, suasana menjadi mencekam. Massa menendang pagar gedung dewan. Hingga pukul 18.25 WIB, polisi masih berupaya membubarkan massa. Massa pun membalas dengan melemparkan petasan dan batu yang dilempar secara membabi buta. Meski demikian, susah dibedakan apakah massa ini mahasiswa atau bukan.

Di Serang, unjuk rasa menjadi kericuhan setelah matahari terbenam. Aparat membubarkan massa, mahasiswa mundur dan masuk kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin. Namun keributan kembali terjadi. Lemparan batu-batu melayang dan kembang api menyala.

Ada penampakan pocong saat ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar. Foto: Yudha Maulana

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demo nasional untuk menolak UU Cipta Kerja, pada Kamis (8/10) lusa. Aksi akan diadakan serentak di banyak wilayah di Indonesia.

“Tuntutan BEM SI, gagalkan Omnibus Law,” kata Koordinator Forum Perempuan BEM SI Safa Salsabila kepada awakmedia, Selasa (6/10).

Pada Kamis (8/10) nanti, BEM SI akan berdemo di depan Istana Merdeka Jakarta. Soalnya, mereka akan menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi punya 30 hari untuk meneken atau tidak meneken UU yang disahkan DPR pada Senin (5/10) lalu.

“Kemungkinan besar (demo) di Istana,” kata Koordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian.

[Admin/dt]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here