Hadi Pranoto

Beritainternusa.com,Jakarta – Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid dilaporkan oleh Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya. Melalui kuasa hukumnya, Hadi melaporkan Muannas dengan nomor laporan polisi LP/4648/VII/YAN.25/2020/SPKT PMJ Tanggal 6 Agustus 2020.

Kuasa Hukum Hadi Pranoto, Angga Busra Lesmana mengatakan, pelaporan yang dilakukannya ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu terkait dugaan pencemaran nama baik kliennya tersebut.

“Kita kemaren itu melaporkan MA ke Polda Metro Jaya, nah MA ini kita duga sudah melakukan pencemaran nama baik kepada klien kita pak Hadi Pranoto, pencemaran nama baiknya di dalam wawncaranya dia di yang dua posting di IG-nya. Setelah dia melakukan pelaporan ke kepolisian,” kata Angga, Jakarta, Jumat (7/8).

“Jadi klien kita merasa wah ini kok tidak pernah dia jelaskan, tapi kok ternyata dipersepsikan lain oleh si MA,” sambungnya.

Ia menjelaskan, pencemaran nama baik terhadap kliennya yang dilakukan oleh Muannas yakni jika kliennya itu telah dianggap membohongi masyarakat dan menyebut Hadi sebagai profesor.

“Pertama, bahwa MA ini menjelaskan klien kita ada digital teknologi, setelah itu dijelaskan bahwa enggak percaya sama swab, rapid test malah sampai membohong-bohongi masyarakat, nanti dilihat aja di kontennya dia. Dia mengupload di Instagramnya,” jelasnya.

“Kedua, bahwa dia menjelaskan klien kita menyatakan sebagai profesor, padahal klien kita kan tidak pernah mengaku sebagai profesor,” sambungnya.

Angga mengungkapkan, laporan yang dilakukannya itu bukan sebagai laporan balik apa yang sudah dilaporkan oleh Muannas. Melainkan melaporkan Muannas terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap Hadi.

“Iya (posting di IG setelah MA lapor ke Polda). Yang pasti bukan berita dari news atau tv, tapi ini di IG dia. (Jadi) Bukan lapor balik, kalau lapor balik kan bahwa kita merasa si Muannas ini salah melakukan pelaporan. Itu kan belum terbukti, kan harus dibuktikan dulu yang pelaporan ke kita itu. Ini pelaporan yang berbeda,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Nur Aris selaku pelapor Muannas mengaku, membawa sejumlah bukti seperti screenshot video milik terlapor yakni Muannas.

“Di antaranya adalah rekaman video, yang kita lihat itu ada di sosial medianya yang bersangkutan, dimana itu kalau kita lihat dari rekaman video tersebut itu adalah pada saat yang bersangkutan selesai membuat laporan di Polda Metro itu sekitar tanggal 3 kalau tidak salah. Lalu juga screenshot video yang ada di Instagram, sosial media,” ujar Aris.

Selain itu, nantinya Hadi berencana akan melaporkan atau menuntut Muannas secara perdata.

“Kalau tuntutan ganti rugi itu kan perdata ya. Ini masih pidana, nanti kerugiannya inmateriil. Karena pencemaran nama baik. Belum (perdata) Nanti itu. Itu tahap berikutnya dong, satu-satu. Nanti kita lagi konfirmasi kepada klien kita,” ucapnya.

Tanggapan Muannas Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sementara itu, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid mengaku menghormati apa yang sudah dilakukan oleh Hadi yakni melaporkan dirinya atas dugaan pencemaran nama baik.

“Hak setiap warganegara melakukan setiap upaya hukum, kita hormati aja mesti saya ‘mencium’ aroma hanya sekedar membela diri,” ujar Muannas.

Ia mengaku sempat kaget terkait laporan terhadap dirinya. Namun setelah mengetahui laporan itu bukan menuntut ganti rugi uang, ia pun merasa bersyukur.

“Tadinya saya bakal kaget bila tuntutan balik itu benar seperti yang dia suarakan selama ini dihadapan awak media media soal kerugian Rp 145 T karena laporan saya, ternyata bukan, melainkan soal pencemaran nama baik, jadi saya sedikit bersyukur bukan soal uang,” ungkapnya.

Menurutnya, laporan yang dilakukan oleh Hadi terhadap dirinya belum bisa diproses oleh aparat penegak hukum. Hal itu dikarenakan belum diperiksanya laporan miliknya.

“Soal materi perkara yang dituduhkan saya belum tahu persis, jadi kita ikuti saja panggilan nanti. Tapi mestinya laporan ini belum bisa diproses sebelum laporan saya diperiksa lebih dulu terkait dugaan kabar bohong, karena kalau laporan saya benar, tuduhan pencemaran nama baik itu harusnya tidak beralasan dapat diteruskan,” jelasnya.

“Meski demikian, saya serahkan saja kepada penegak hukum dan mengikuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

[Admin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here