ilustrasi

Beritainternusa.com,DIY – Mahasiswa penyelenggara diskusi bertajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’ mendapatkan teror. Nomor whatsapp milik salah seorang panitia diduga menjadi sasaran peretasan.

Usai diretas, nomor whatsapp panitia itu mengabarkan jika diskusi virtual yang diadakan CLS FH UGM dibatalkan.

Presiden CLS FH UGM, Aditya Halimawan mengatakan, pihaknya mengelola dua grup whatsapp. Dua grup whatsapp itu berisi lebih kurang 400 anggota di dalamnya.

Akibat peretasan itu sejumlah admin grup dikeluarkan dan hanya menyisakan satu akun admin yang diduga telah diretas. Dari akun yang diduga diretas itulah pesan berantai pembatalan diskusi tersebar.

“Terkait berita pembatalan itu bukan dari kami meskipun itu dari akun narahubung kami. Seperti ada indikasi peretasan. Jadi diretas, nggak tau apakah itu diretas dari salah satu akun dari grup WA atau bukan. Mereka pola modusnya, semua admin disisain satu milik F. Mereka meretas akun itu dan memberi pemberitahuan acara dibatalkan,” katanya, Sabtu (30/5).

Sementara itu Dekan FH UGM Sigit Riyanto menuturkan, selain mendapatkan teror, nomor kontak milik panitia diskusi diretas. Peretasan terjadi pada Jumat (29/5).

Selain meretas nomor kontak, sambung Sigit, peretas juga mengambil alih akun media sosial milik Constitutional Law Society (CLS) UGM. Perentas juga disebut Sigit mengambil alih forum diskusi virtual dan mengeluarkan para peserta diskusi.

“Peretas menyalahgunakan akun media-sosial yang diretas untuk menyatakan pembatalan kegiatan diskusi. Sekaligus mengeluarkan (kick out) semua peserta diskusi yang telah masuk ke dalam grup diskusi. Selain itu, akun instagram Constitutional Law Society (CLS) sudah tidak dapat diakses lagi,” tutupnya.

[Admin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here