Personel berjaga antisipasi demo PSBB di Malang

Beritainternusa.com,Jatim – Beredar seruan menolak pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Malang Raya Personel keamanan disiagakan di depan Balai Kota Malang.

Undangan aksi damai ‘Tolak PSBB Malang Raya’ ditujukan kepada kaum muda dan segenap warga masyarakat. Aksi rencananya digelar hari ini pukul 9 pagi. “Titik kumpul di depan SMA 3 Kota Malang-DPRD Kota Malang-Pemkot Malang,” begitu tulis seruan itu.

Pantauan wartawan belasan personel keamanan dari TNI-Polri sudah sejak pagi bersiaga di depan Balai Kota Malang. Termasuk personel Brimob sebanyak 1 SSK ikut diterjunkan untuk mengawal aksi damai yang diserukan.

Namun, sampai pukul 12.09 WIB, tidak terlihat peserta datang ataupun berkumpul depan Balai Kota Malang maupun gedung DPRD yang berada di seberangnya.

Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Sutantyo membenarkan, ada seruan aksi damai menolak PSBB yang lokasinya depan Balai Kota Malang hari ini. Akan tetapi, kepolisian tidak pernah mengeluarkan surat tanda terima digelarnya aksi tersebut.

Karena, informasi atau pemberitahuan dikirimkan oleh perwakilan beberapa gabungan elemen masyarakat melalui pesan WhatApss (WA). “Dan baru kami terima pesannya, pada malam kemarin,” ujar Sutantyo ditemui detikcom depan Balai Kota Malang Jalan Tugu, (16/5/2020).

Jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat, kata Sutantyo, minimal 3×24 jam pemberitahuan wajib dikirimkan kepada aparat keamanan.

“Tetapi yang rencana aksi tolak PSBB Malang Raya ini tidak. Hanya dikirim lewat WA saja,” tegasnya.

Menurut Sutantyo, tentu rencana aksi damai ini melanggar maklumat Kapolri dan juga Peraturan Wali Kota Malang yang melarang adanya kerumunan massa di tengah pandemi Corona.

“Dalam maklumat Kapolri jelas, begitu juga Perwali Kota Malang wajib menerapkan physical distancing karena situasi pandemi Corona,” tutur Sutantyo.

Sutantyo menambahkan, pergeseran aparat keamanan dilakukan, karena tidak satupun peserta aksi datang ke titik kumpul aksi yang direncanakan sampai siang ini.

“Tidak ada peserta aksi, personel kita geser untuk fokus persiapan pelaksanaan PSBB pungkas Sutantyo.

Dalam seruan aksi damai yang beredar, rencananya menuntut Pemda se-Malang Raya dan Pemprov Jatim agar mencabut, membatalkan seluruh aturan daerah yang mendasari pelaksanaan PSBB.

[Mario/Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here