pemudik yang dipaksa mandi

Beritainternusa.com,Jatim – Warga Desa Ngale Kecamatan Paron Ngawi menciduk pemudik  yang diturunkan oleh bus di overpass tol Ngawi. Dalam seminggu terdapat 46 pemudik yang tertangkap basah turun di overpass.

Mereka diturunkan bus Agam Tunggal Jaya. Pemudik yang tertangkap ini oleh warga dibuatkan aturan wajib dimandikan.

“Memang kami sangat was-was setelah tahu ada bus nakal menurunkan pemudik di wilayah kami. Makanya agar desa kami tidak tertular oleh warga pemudik wajib dimandikan dulu,” terang Kepala Desa Ngale Teguh Wibowo saat di konfirmasi wartawan, Kamis (7/5/2020).

“Yang menurunkan dua kali ini kemarin bus PO yang sama. PO Agam Tunggal Jaya (tulisan Sudiro baliknya Agam),” imbuhnya.

Lokasi tempat pemandian para pemudik itu, kata teguh, di kubangan bak air tandon yang ada di persawahan warga. Tandon air di sawah itu biasanya untuk mengairi sawah petani yang ada di dekat overpass tol desa Ngale.

“Kebetulan di dekat overpass ada sumur pompa dan tandon air untuk mengairi sawah. Makanya langsung kita suruh mandi,” katanya.

Teguh mengatakan setelah para pemudik dimandikan secara massal, pihak perangkat desa bersama polisi dan TNI melakukan pendataan. Semua pemudik dijemput oleh perangkat desa sesuai tujuan mereka untuk dilakukan karantina.

“Setelah kita mandikan, semua didata untuk dilakukan penjemputan oleh perangkat desa dimana tujuan mereka mudik. Tentu dikawal ketat polisi dan TNI,” paparnya.

“Begitu juga barang bawaannya, disemprot cairan disinfektan dan kita libatkan petugas medis dari puskesmas yang kami datangkan ke lokasi untuk memeriksa suhu badan para pemudik,” tandasnya.

Tim kesehatan yang dilibatkan yakni sesuai tujuan mudik para perantau, yakni Puskesmas Jogorogo, Ngrambe, dan Paron.

[Mario/Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here