Bupati Klaten Sri Mulyani

Beritainternusa.com,Jakarta – Pandemi covid-19 masih mengancam Indonesia. Kasus positif meningkat berimbas pada perekonomian Tanah Air. Pemerintah pun menggelontorkan bantuan sosial kepada rakyat yang membutuhkan.

Namun, ternyata momentum tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk mendompleng citra di tengah pandemi.

Di daerah Klaten, warga menerima hand sanitizer yang dibagikan oleh Bupati Sri Mulyani   sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran virus corona. Botol tersebut ditempel stiker gambar bupati dengan tulisan ‘Bantuan dari Bupati Klaten, Ibu Hj. Sri Mulyani’.

Namun, setelah stiker tersebut dibuka, terdapat stiker di dalamnya bertulisan ‘#Kemensos Hadir’. Hand sanitizer tersebut sejatinya merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Foto tersebut pun diunggah ke media sosial twitter dan akhirnya viral. Niat baik Bupati Klaten tersebut berujung hujatan netizen.

Bupati Klaten, Sri Mulyani pun buru-buru mengklarifikasi setelah tagar #BupatiKlatenMemalukan trending topic. Yani Sunarno, panggilan akrab bupati, mengaku ada kesalahan teknis di lapangan.

“Sudah saya klarifikasi. Ada kekeliruan di lapangan. Jadi itu ada kesalahan penempelan atau pada saat pembagian,” ujar Sri Mulyani, Selasa (28/4).

Menurut dia, ada kesalahan penempelan saat pengadaan bantuan tersebut. Pasalnya disaat bersamaan ada puluhan ribu paket bantuan yang disiapkan. Sekitar 1.000 lebih dari Kemensos dan sisanya bantuan milik pemda dan donatur lainnya.

“Tapi di lapangan ditempeli semuanya. Kejadiannya seperti itu. Apa mas-mase ada yang tak kasih dari Kemensos? Enggak ada kan, karena itu hanya terbatas sekali. Yang dari Kemensos itu sangat terbatas sekali, justru yang banyak itu yang dari kami,” tukasnya.

Sedangkan untuk sembako yang bergambar dirinya, Yani menyebut bantuan tersebut murni dari dirinya selaku Ketua DPC PDIP  Klaten. Bantuan tersebut hanya untuk kalangan terbatas partai. Yakni untuk 26 PAC PDIP di Klaten.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bereaksi atas peristiwa tersebut. Dia memperingatkan Bupati, Wali Kota di wilayahnya untuk tidak memanfaatkan dukungan dengan menempeli stiker. Ia meminta ikhlas dalam memberikan bantuan sembako sebagai bentuk penanganan wabah covid-19.

“Jadi harus ikhlas memberikan bantuan warga, dan jangan dilabeli. Urusan dukung mendukung, biar masyarakat yang menilai,” kata Ganjar Pranowo di kantor Provinsi Jawa Tengah, Selasa (28/4).

Terkait hebohnya pembagian bantuan hand sanitizer dari Kemensos ditutup foto Bupati Klaten, kata Ganjar murni ada bantuan pribadi dari Sri Mulyani untuk dibagikan kepada warga.

“Jadi ada bantuan dari dana pribadi, dan dari Kemensos digabung jadi satu. Soal adanya penempelan stiker, itu dari pendukungnya atau bukan pendukung, tapi memang ada faktanya seperti itu. Selanjutnya dia (Sri Mulyani) meminta maaf untuk selanjutnya bantuan jangan diberi label lagi,” jelasnya.

Sementara itu, beredar juga video sembako berfoto Menteri BUMN Erick Thohir dengan tulisan For President 2024. Dalam video itu, tercantum spanduk bertuliskan Posko Erick Thohir For President Kelurahan Warakas, Jakarta  Utara.

Hingga kini, belum diketahui siapa yang membuat video tersebut. ‘Indonesia Milenial Fest’ yang juga tertulis di video tersebut membantah terlibat.

Juru Bicara MilenialFest Ashadi menyatakan, MilenialFest tidak pernah melakukan jumpa pers terkait dukung-mendukung calon Presiden apalagi menjalankan aktivitas yang bentuknya politik praktis.

“Kami adalah sekumpulan anak muda, aktif sejak tahun 2017 dan keinginan kami adalah membantu anak-anak muda lain menggali wawasan dan mendapat inspirasi, entah itu dari sesama anak muda, dari para tokoh sukses, termasuk dari kalangan pemerintah.” katanya dalam siaran pers, Selasa (28/4).

“Kami tidak pernah mendukung figur tertentu. Publik bisa mengecek, di tahun 2018, kami undang Pak Sandi sepanggung dengan Pak ET, hadir juga Pak Ridwan Kamil dan Pak Bahlil. Tahun 2019, kami hadirkan Pak Fahri Hamzah, Pak Anies, hingga Pak Bima Arya. Dari segi komposisi narasumber, kami berupaya selalu berimbang. Yang jelas, mereka yang jadi narasumber pada conference punya suatu hal inspirasional untuk dibagi,” ungkap Ashadi.

Erick mengklarifikasi video tersebut. Dia membantah sekaligus menuding ada pihak yang mencoba menyerang karakternya dengan cara tidak baik.

“Ini pembusukan. Kalau ada yang bisa menunjukkan di mana poskonya, sangat membantu saya,” kata Erick kepada wartawan, Selasa (28/4).

Erick Thohir juga sempat diisukan punya akun tim medsos for presiden 2024. Namun hal itu segera dibantah. Setidaknya ada dua akun yang sampai mendapat perhatiannya yaitu Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President.

“Melalui pesan ini, saya ingin sampaikan bahwa saya tidak pernah membuat akun sosial media baik di FB, Instagram ataupun Twitter yang bernama seperti Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President,” ujar Erick.

Erick Thohir mengatakan, postingan yang disampaikan dalam kedua akun media sosial tersebut sangat mengganggu. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk mengabaikan apapun informasi yang disampaikan melalui akun itu.

“Apabila ada posting dari akun seperti itu sama sekali bukan dari saya juga team, bahkan postingan tersebut mengganggu kami,” jelasnya.

Dia menambahkan, hingga kini pihaknya fokus mengerjakan seluruh tugas yang dibebankan oleh Presiden Joko Widodo. “Saat ini yang saya ingin lakukan hanya bekerja dengan baik, mengemban tugas yang diberikan kepada saya dari Presiden Joko Widodo. Terima kasih, Erick Thohir.”

[Admin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here