Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan

Beritainternusa.com,Jakarta – Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menyayangkan pembagian bantuan nasi bungkus berlogo dan dinamai ‘nasi anjing’ di kawasan Warakas, Jakarta Utara. Arteria meminta hal tersebut tidak menjadi polemik dan diperpanjang. Sebaiknya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi para donatur untuk memperhatikan etika dan kepatutan.

“Saya berharap kejadian ini tidak perlu diperbesar dan dijadikan polemik, namun hal ini harus menjadi pembelajaran bagi para donatur yang hendak memberikan bantuan,” ujar Arteria dalam keterangannya, Senin (27/4).

“Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi,” imbuhnya.

Arteria menilai pemberian logo kepala anjing dan pemberian nama ‘nasi anjing’ tersebut tidak sensitif.

“Sangat tidak sensitif, apalagi dalam konteks pemberian bantuan, apalagi bantuannya dalam bentuk makanan yang untuk dikonsumsi masyarakat,” kata dia.

Menurutnya, pelabelan tersebut dianggap masyarakat makanan haram untuk dikonsumsi. Arteria mengatakan, secara konteks hal itu tidak patut untuk makanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Sehingga konteksnya tidak lagi pada content apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal apa tidak. Tetapi lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat,” kata politikus PDIP  itu.

Permasalahan nasi bungkus berlogo anjing di kawasan Warakas, Jakarta Utara berujung damai. Baik dari pihak pemberi maupun penerima bersepakat menyelesaikan urusan tersebut dengan kekeluargaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, pemberi nasi bungkus dari Yayasan Qahal Family telah meminta maaf baik secara pribadi dan organisasi.

“Sudah meminta maaf kepada seluruh warga Warakas khususnya dan umat Is|am pada umumnya atas kejadian pembagian nasi bungkus berlabel nasi anjing yang disalurkan,” tutur Yusri saat dikonfirmasi.

Yusri menyebut, warga Warakas hanya menyayangkan tidak ada koordinasi terlebih dahulu sebelum pembagian nasi bungkus berlabel nasi anjing tersebut.

“Demi kepentingan umum dan stabilitas ketertiban dan keamanan, pihak kedua menerima permintaan maaf dari pihak pertama,” jelas dia.

Dari pemberi menyatakan tidak ada maksud untuk merendahkan atau menghina pihak mana pun dan hanya bertujuan membantu masyarakat melalui pandemi virus corona atau covid-19.

“Kedua belah pihak menganggap permasyalahan ini telah selesai dan tidak ada tuntutan lainnya di kemudian hari baik secara pidana ataupun perdata,” Yusri menandaskan.

[Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here