ilustrasi

Beritainternusa.com,Jakarta – Pihak Kecamatan Tanah Abang telah mengamankan 55 warga yang sempat tinggal di trotoar. Warga tersebut merupakan pengemis yang berasal dari daerah Jawa Barat (Jabar), bukan warga yang kesulitan ekonomi imbas pandemi corona (COVID-19).

“Itu tidak ada warga Tanah Abang, warga luar DKI Jakarta semua. Jadi ada 55 warga sama anak kecil dua ya dan itu di luar warga DKI ya. Banyak juga yang nggak punya KTP,” kata Camat Tanah Abang Yassin Passaribu ketika dihubungi wartawan, Sabtu (25/4/2020).

Yassin mengatakan 55 warga tersebut telah dipindahkan ke GOR Karet Tengsin kemarin malam. 55 Orang tersebut di antaranya berasal dari Bogor dan Cirebon.

“Pas kita tanya dari mana, itu dari Jawa Barat semuanya. Itu ada yang dari Bogor, Cirebon, banyak pokoknya dari Jawa Barat semua,” sambungnya.

Yassin mengatakan jajaran pemkot Jakarta Pusat memang melakukan penyisiran di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat tinggal sementara warga kemarin malam mulai pukul 21.00 WIB hingga 01.00 WIB. Namun, Yassin menegaskan dari hasil penyisirannya tersebut warga yang diamankan bukan merupakan warga yang terdampak corona secara ekonomi, melainkan para pengemis musiman di bulan Ramadhan.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan fenomena tahunan di mana tiap memasuki bulan Ramadhan, maka beberapa wilayah di Jakarta Pusat akan kedatangan para pengemis dari luar daerah.

“Bukan (warga terdampak Corona). Itu mereka datang ke sini mau meminta-minta seperti tahun kemarin mereka pas bulan Ramadhan mau datang ke sini. Itu sudah fenomena tahunan. Ini bukan hanya di Tanah Abang aja, di Sawah Besar, di Karet Bivak juga ada. Banyak ini,” jelas Yassin.

Terkait bantuan sosial bagi warga terdampak Corona secara ekonomi, Yassin menyatakan telah melakukan pendataan bagi seluruh warga Tanah Abang. Dia menyebutkan sudah menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan tersebut.

“Kita ini warga Tanah Abang sudah dicek yang tinggal di kosan, terus yang tinggal di rumah. Yang ber-KTP itu semua telah kita data. Tidak ada yang kita tidak data,” tuturnya.

Yassin melanjutkan jika dirinya belum mengetahui adanya warga yang tinggal di trotoar Tanah Abang karena kesulitan ekonomi imbas pandemi Corona.

“Kalau Kemarin ada ngaku kerja di Blok M, dia kerja di mana, ya dia tanya ke ketua RT-nya, dia didata di situ tidak. Kalau ditanya saya kemarin saya engga tahu. Saya nggak ketemu dia. Saya nggak tahu apa dia termasuk yang warga 55 itu, karena banyak juga tadi malam ketika kita lakukan penertiban banyak yang lari, banyak yang kabur,” lanjut Yassin.

Yassin kemudian menjelaskan saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta dalam menangani 55 warga yang saat ini dititpkan sementara di GOR Karet Tengsin. Dia belum bisa memastikan hingga kapan para warga akan ditampung di GOR tersebut.

“Itu kan mereka punya rumah semua, nanti akan dipulangkan Dinas Sosial ke kampungnya semua. Nanti Dinas Sosial yang urusin. Karena nggak mungkin kita kasih makan tiap hari, orang mereka punya rumah,” pungkas Yassin.

[Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here