ilustrasi

Beritainternusa.com,DIY – Pemda DIY menerima 14400 rapid diagnose test (RDT), dari jumlah tersebut sebanyak 13.200 rapid test telah digunakan. Dari 13.200 rapid test ini, diketahui ada 1.268 sudah ada hasilnya.

Dari jumlah 1.268 rapid test ini diketahui ada 1.230 hasil negatif. Sementara itu untuk hasil positif dari rapid test diketahui ada 18 orang.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Biwara Yuswantana menjabarkan rapid test yang telah didistribusikan ini hasilnya akan disampaikan setiap hari Senin.

“Dari 13.200 didistribusikan terdapat 1.268 yang hasil sudah diketahui. Yaitu 1.230 negatif, 18 positif, dan terjadi eror pada 20 alat RDT. Laporan penggunaan dan hasil rapid test akan disampaikan setiap hari Senin,” ujar Biwara, Senin (13/4).

Biwara merinci 13.200 rapid test ini dipakai untuk mengetes tenaga medis yang bersinggungan dengan pasien virus Corona. Selain itu, rapid test juga dipakai untuk mengetes kontak erat pasien yang dinyatakan positif virus Corona.

“Rapid test diberikan ke 30 Rumas Sakit Rujukan COVID-19 DIY. Kemudian, Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit DIY (BBTKLPP), Kantor Kesehatan Pelabuhan DIY, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DIY), dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” urai Biwara.

Biwara sendiri enggan membeberkan ke 18 hasil tes positif dari rapid test ini apakah semuanya tenaga medis atau justru kontak erat pasien positif virus Corona.

Biwara hanya meminta kepada orang dengan hasil rapid test negatif untuk tetap menjalani physical distancing. Biwara menyebut rentang waktu 7 hingga 10 hari paska dilakukan rapid test maka orang dengan hasil negatif ini akan menjalani rapid test ulang.

“Bila hasil tes positif, namun tidak ada suara serak, demam, batuk, dan sesak, pasien bersangkutan harus tetap di rumah dan melakukan isolasi mandiri,” ucap Biwara.

“Sebaliknya bila muncul gelaja demam, batuk, serak, dan sesak nafas, yang bersangkutan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes),” ungkap Biwara.

Terpisah, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan jika orang dengan hasil rapid test positif belum akan dimasukkan kedata pasien positif virus Corona yang dirilis oleh Pemda DIY. Aji menyebut data pasien positif virus Corona yang dimasukkan adalah yang telah menjalani tes swab.

“Hasil rapid test walaupun hasil positif tidak akan kita umumkan kalau belum melakukan swab. Jadi hasil terakhir tetap di-swab PCR itu,” papar Aji.

Pemda DIY merilis data terbaru pasien virus Corona di wilayahnya. Dari data yang dirilis Senin (13/4) diketahui ada tambahan tujuh pasien positif virus Corona di DIY.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih membenarkan adanya tambahan tujuh pasien positif virus Corona di DIY. Sehingga total jumlah kasus positif virus Corona di DIY ada 55 kasus.

“Pasien kasus 50 adalah laki-laki berumur 56 tahun. Pasien adalah warga Bantul. Pasien bekerja di salah satu maskapai penerbangan,” ujar Berty dalam keterangan tertulisnya.

Berty merinci pasien kasus nomor 51 adalah laki laki berumur 57 tahun yang merupakan warga Kabupaten Sleman. Pasien diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.  

“Pasien kasus nomor 52 adalah perempuan berumur 36 tahun yang merupakan warga Kabupaten Sleman. Pasien nomor kasus 53 adalah perempuan berumur 41 tahun dam merupakan warga Sleman. Keduanya diketahui memiliki kontak dengan pasien positif virus Corona,” jelas Berty.

Untuk kasus nomor 54, sambung Berty adalah laki-laki berumur 56 tahun, warga Kota Yogyakarta. Pasien mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta.

Kasus nomor 55 adalah seorang laki-laki berumur 63 tahun asal Kabupaten Sleman. Pasien ini memiliki riwayat mendapatkan kunjungan dari tamu. Kasus nomor 56 adalah seorang perempuan berusia 45 tahun, warga Kota Yogyakarta. Pasien diketahui memiliki kontak kasus dengan Jakarta.

Berty menerangkan jumlah nomor kasus di DIY ada 56 tetapi jumlah pasien positif virus Corona di DIY ada 55 orang. Hal ini karena pasien dengan nomor kasus 17 asal Kebumen datanya dimasukkan ke dalam data Pemda Jawa Tengah.

“Sampai saat ini belum bisa dikatakan local transmision. Karena kasus positif yang ditemukan masih berhubungan dengan kasus luar daerah,” tegas Berty.

[Dwi/Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here