letusan anak krakatau

Beritainternusa.com,Banten – Gunung Anak Krakatau tercatat beberapa kali mengalami erupsi pada Sabtu (11/4). Berdasarkan pemantauan dari Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi pada pukul 00.06 WIB, 00.09 WIB, 00.15 WIB, 04.19 WIB dan 05.14 WIB.

“Dari pantauan PVMBG terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4) pada pukul 05.44 WIB,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo kepada wartawan.

BPBD Kabupaten Lampung selatan melaporkan di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, tidak terpantau adanya bau belerang dan debu vulkanik, hujan mulai turun dan masyarakat di sana, terutama yang berada di sepanjang pantai yaitu Desa Way Mulih, Way Mulih Timur dan Kunjir sudah berangsur-angsur kembali ke rumah.

“Warga masih berjaga-jaga dan ronda untuk memantau kondisi yang ada,” terangnya.

BPBD Kabupaten Lampung Selatan yang berkomunikasi dengan tim pemantau Gunung Api Krakatau memastikan status gunung masih waspada (Level 2) dan aktivitas vulkanik sudah reda. Masyarakat diimbau tidak panik.

“TRC BPBD Kabupaten Lampung Selatan menggunakan mobil rescue memberi pengumuman kepada masyarakat untuk tetap tenang karena aktivitas Gunung Api Krakatau sudah reda.TNI /Polri saat ini siaga di lokasi kejadian untuk membantu mengevakuasi warga. Aparat desa dan camat setempat sudah berada di lokasi kejadian memberikan arahan kepada warga,” lanjut Agus.

Hingga berita ini tayang, BNPB belum memastikan adanya laporan kerusakan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

[Nur/Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here