Ilustrasi

Beritainternusa.com,Jateng – Pengelola Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang menetapkan larangan bagi ribuan narapidana di wilayahnya untuk dijenguk keluarganya sebagai upaya antisipasi Covid-19. Pihak lapas memfasilitasi enam alat video call untuk menghubungi keluarganya.

“Larangan ini sesuai arahan Gubernur dan Walikota Semarang sampai 31 Maret 2020 menunggu sampai kondusif. Dia khawatir bila tidak ditutup sementara, virus Corona gampang merebak dalam lapas,” kata Kepala Lapas Kelas I A Kedungpane, Semarang, Dadi Mulyadi, Selasa (17/3).

Dia mengungkapkan keputusan tersebut bukan bermaksud memutus komunikasi bagi anggota keluarga. Untuk solusi, pihaknya telah memfasilitasi alat video call di setiap blok tahanan.

“Jadi sosialisasi sudah, semua napi bisa hubungi keluarganya pakai video call yang sudah kami sediakan di setiap blok tahanan. Setiap narapidana punya kesempatan tiga sampai lima menit,” ungkapnya.

Pemasangan alat video call ini sendiri, katanya atas kerjasama dengan pihak swasta. Sistem pengadaan barangnya memakai dana CSR.”Kita minta bantuan perusahaan swasta untuk memfasilitasi alat video call di dalam Lapas Semarang. Tapi untuk biaya pembeliannya, kita kurang tahu,” ungkapnya.

Jumlah warga binaan di Lapas Kelas I A Kedungpane, Semarang sampai saat ini terdapat dari 1.800 orang dan 33 orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here